Anggota Wantimpres Soroti Konflik IDI Vs Terawan, Singgung Cuci Otak

Jakarta

Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia, Irjen Polisi Purn Sidarto Danusubroto menanggapi konflik antara Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto terkait metode cuci otak. Ia menyebut nantinya bakal ada sanksi yang digunakan sebagai penyelesaian, yaitu punishment by legal system (aturan yang ada) atau publik.

Hal tersebut dikarenakan penemuan sesuatu yang tidak didasari dengan ilmiah, tidak bisa dikembangkan. Selain itu, Sidarto juga menanggapi terkait Perkumpulan Dokter Seluruh Indonesia (PDSI) yang sempat mendeklarasikan diri pada Rabu (27/4/2022).

“Dengan mencuatnya organisasi kembar, itu penyelesaiannya nanti adalah pasti butuh waktu. Ada yang namanya punishment by legal system artinya dengan aturan yang ada atau punishment by publik. Dari sikap Ikatan Dokter Indonesia bahwa yang tidak base on science tidak bisa dikembangkan,” katanya dalam diskusi daring, Sabtu (14/5/2022).

“Bahwa mayoritas dokter Indonesia itu berkumpul di dalam wadah Ikatan Dokter Indonesia. Ini semua dokter mayoritas dokter Ikatan Indonesia mendengarkan. Dan biarlah nanti yang sanksi organisasi ya itu by publik karena tersebar di media atau nanti kita sampaikan ke pemerintah, ini adalah tugas saya juga,” lanjutnya.

Ia berharap nantinya akan ada satu sikap yang bijak untuk menentukan hal yang benar dari sisi medis maupun kurang tepat terkait “metode cuci otak” Terawan.

“Nanti kita lihat perkembangannya, kita harapkan supaya bisa selesai dalam waktu yang tidak lama. Kita harapkan ada satu sikap yang bijak ya untuk menilai dalam garis yang benar dari sisi medis maupun garis yang kurang tepat. Sekali lagi ini menyangkut nyawa manusia,” kata Sidarto.


Terima kasih telah membaca artikel

Anggota Wantimpres Soroti Konflik IDI Vs Terawan, Singgung Cuci Otak