Anggiat Cium Tangan Arteria-Ibunda, Permohonan Maaf Selalu Nunggu Viral Dulu?

Jakarta

Anggiat Pasaribu, yang sebelumnya viral karena mengamuk di Bandara Soekarno Hatta akhirnya minta maaf. Ia bahkan mencium tangan Arteria Dahlan dan sang ibunda sambil menangis, usai aksi adu mulut sebelumnya heboh lantaran membawa jabatan anak jenderal.

Anggiat kini mengaku khilaf dan menyesal malah membuat gaduh. “Saya minta maaf, kurang ajar,” kata Anggiat ke Arteria dan ibunda Arteria.

Terlepas dari kasus cekcok keduanya, permohonan maaf memang kerap datang usai konflik tersebut menjadi pembahasan banyak orang. Apalagi, jika akhirnya viral di media sosial.

Pada akhirnya, banyak dari kasus tersebut berujung permohonan maaf di depan publik. Menurut psikolog klinis Nuzulia Rahma Tristinarum dari Pro Help Center, wajar bila kata maaf seringnya baru muncul setelah kasus berakhir viral.

Ada beberapa penyebab di balik fenomena tersebut, salah satunya tentu tekanan dari banyak orang.

“Dengan viral maka akan semakin banyak tekanan. Jika tidak tahan terhadap tekanan, tentu ini bisa mengubah perilaku,” beber Rahma kepada detikcom Kamis (25/11/2021).

Tidak hanya itu, Rahma menyoroti peran teman, keluarga, hingga rekan yang bisa ikut memberikan saran kepada orang yang tengah berkonflik pasca kasus viral. Karena sudah mendapatkan dampak dan konsekuensi dari perbuatannya, orang tersebut biasanya lebih menerima saran dan pendapat.

“Dengan viral akan semakin banyak informasi yang masuk sehingga memungkinkan seseorang untuk memikirkan segala dampak dan konsekuensi dari perbuatannya,” sambung Rahma.

“Bisa jadi ada banyak keluarga, sahabat, rekan yang memberi saran atau pendapat sehingga dapat menjadi pertimbangan untuk mengambil keputusan,” pungkas dia.

(naf/sao)

Terima kasih telah membaca artikel

Anggiat Cium Tangan Arteria-Ibunda, Permohonan Maaf Selalu Nunggu Viral Dulu?