AIPTI: Permintaan Ponsel 5G Berbanding Lurus Dengan Ketersediaan Jaringan 5G

Jakarta, – Ketua Asosiasi Industri Perangkat Telematika Indonesia (AIPTI) Ali Soebroto menyebut konsumen akan melihat bakal seluas mana jaringan super cepat ini tersedia di Indonesia.

“Industri Handphone, Komputer Genggam, dan Tablet (HKT) hanya memproduksi saja dan tidak terlalu ada perbedaan proses produksinya dengan 4G, kecuali ada tambahan peralatan 5G saja, karena yang 4G tidak bisa digunakan untuk 5G karena frekuensinya berbeda. Konsumen dalam hal ini akan melihat seluas mana jaringan 5G tersedia dengan pita frekuensi di 2.3 GHz, yang hanya sekitar 30% lebih besar kapasitasnya jadi rasanya tidak terlihat kedahsyatannya dan coverage-nya pun lebih pendek karena menggunakan QAM 1028, sedangkan 4G QAM nya 256,” terang Ali kepada Selular, Jumat (8/10).

Kemudian untuk memperkuat jaringan tersebut, maka tergantung seberapa banyak Base Transceiver Station (BTS) yang akan dipasang menentukan kenyamanan pelanggan menggunakan 5G, karena frekuensi awal yang digunakan hanya terbatas di 2.3 GHz.

Lalu pita frekuensi 2.3GHz cukup lebar 90MHz, jangkauanya berbanding langsung dengan investasi. “Sehingga tergantung operator, seberapa agresif mau dikembangkan. Dan penggunaan 5G akan menambah kapasitas data, (dibandingkan 4G) berarti revenue operator akan meningkat namun investasinya juga besar,” paparnya.

Sedangkan untuk pita 1.8Ghz yang sebelumnya sudah terisi dengan 3G/4G, kalau mau digunakan 5G tentu bias. “Harus ganti, berarti ada investasi baru mengganti BTS 3G/4G. “Yang lebih efisien itu menggunakan pita frekuensi 2.6 Ghz dan 700Mhz,” paparnya.

“5G akan menunjukkan kedahsyatannya saat dioperasikan di pita frekuensi lebih tinggi seperti 20 Ghz, namun infrastrukturnya berbeda total dan investasi jaringannya relatif besar. Dari ketersediaan jaringan 5G yang mapan tersebut, maka akan mendorong permintaan ponsel 5G di Indonesia kedepannya.” Tegas Ali.

Sekedar tambahan jika merujuk pada laporan International Data Corporation (IDC) mengungkapkan bahwa keberadaan smartphone 5G akan mendongkrak pengiriman smartphone secara global tahun ini.

Pengiriman ponsel diperkirakan meningkat 7,7% dibandingkan tahun lalu dan mencapai 1,38 miliar unit. Sedangkan, pengiriman ponsel 5G diperkirakan akan tumbuh hampir 130% pada 2021, hal ini bias terjadi karena tingkat adopsi jaringan 5G akan terus meluas ke berbagai wilayah.

Terima kasih telah membaca artikel

AIPTI: Permintaan Ponsel 5G Berbanding Lurus Dengan Ketersediaan Jaringan 5G