Ahli Optimistis Kenaikan COVID-19 RI Pasca Nataru Bisa Ditangkal, Kenapa?

Jakarta

Seiring varian Omicron yang kini merebak, Indonesia sempat dikhawatirkan bakal diterpa gelombang COVID-19 ketiga pasca momen Natal dan Tahun Baru (Nataru). Namun epidemiolog optimistis, Indonesia tak bakal diterpa gelombang ketiga lantaran tiga perempat masyarakatnya sudah memiliki kekebalan.

Ahli epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), Pandu Riono, menyebut pasca lonjakan kasus COVID-19 besar-besaran akibat varian Delta di Juli 2021, Indonesia tidak lagi mengalami lonjakan kasus COVID-19.

Menurutnya, hal itu disebabkan kekebalan dari vaksinasi COVID-19 dan infeksi alamiah. Kombinasi antara imunitas akibat vaksin dan infeksi alamiah kerap disebut sebagai super immunity.

“Setelah Agustus setelah terjadi penurunan luar biasa dan sampai sekarang tidak ada kenaikan. Kenapa? Itu semua dunia bertanya kenapa Indonesia bisa begitu? Bukan karena keajaiban juga, karena penduduk Indonesia akhirnya mempunyai kekebalan baik dari vaksinasi maupun karena pernah terinfeksi,” ujarnya dalam diskusi daring oleh Indikator Politik Indonesia, Minggu (9/1/2022).

Menurut Pandu, berdasarkan data di DKI Jakarta, kekebalan yang melindungi masyarakat dari risiko gelombang ketiga COVID-19 bukan hanya berkat vaksinasi, melainkan juga infeksi natural virus Corona.

Ditambah perluasan cakupan vaksinasi, ia optimistis jika kondisi yang sama terjadi di seluruh wilayah Indonesia, lonjakan kasus COVID-19 pasca Nataru bakal bisa ditangkal.

“Dari hasil survei DKI bulan Maret sebelum ada gelombang ketiga sudah hampir 50 persen penduduk DKI sudah punya kebal, padahal vaksinasi belum jalan. Sebagian yang kebal ini akan banyak yang kena infeksi alamiah akan terus diperkirakan tiga per empat penduduk Indonesia sudah terinfeksi dan sebagian besar sudah dilakukan vaksinasi oleh pemerintah,” bebernya.

“Saya yakin dengan data yang saya miliki dari DKI dan kalau itu berlaku di seluruh Indonesia, angkanya nggak beda jauh. Itu bisa sebagai menangkal adanya lonjakan walaupun Nataru,” pungkas Pandu.


Terima kasih telah membaca artikel

Ahli Optimistis Kenaikan COVID-19 RI Pasca Nataru Bisa Ditangkal, Kenapa?