Top 5 Vendor Smartphone di Indonesia, Perangkat 5G Capai 29% Market Share

Jakarta, – Pengiriman smartphone di Indonesia meningkat 4% YoY pada Q1 2024, menurut Monthly Indonesia Smartphone Tracker dari Counterpoint.

OEM smartphone memulai tahun ini dengan secara agresif meluncurkan model-model baru untuk memenuhi antisipasi peningkatan permintaan selama perayaan Ramadhan di bulan Maret.

Hasilnya, pengiriman model-model baru yang diluncurkan tumbuh 183% YoY.

Berbagai kegiatan promosi terlihat di channel retail seperti Erafone yang diskonnya tidak hanya untuk smartphone saja, namun juga diskon untuk aksesoris atau produk IoT, serta gratis e-voucher.

Selanjutnya, toko online resmi, platform e-commerce, dan saluran media sosial seperti X, IG, TikTok, dan Facebook digunakan untuk memasarkan promosi.

Toko offline semakin meningkat selama bertahun-tahun, dengan semakin banyaknya persaingan yang datang dari toko multi-merek independen dan toko ponsel pintar resmi, seperti OPPO dan realme, yang terus memperluas area cakupannya.

Mengomentari musim belanja selama perayaan Ramadhan, Analis Senior Febriman Abdillah mengatakan, “Konsumen Indonesia sudah terbiasa meningkatkan belanja mereka selama Ramadhan dan perayaan Idul Fitri berikutnya. Ini juga termasuk mengupgrade ponsel cerdas mereka. Mengingat musim belanja Ramadhan tahun lalu, ketika permintaan lebih tinggi, OEM lebih merencanakan tahun ini dalam hal peluncuran produk menjelang perayaan Ramadhan. Konsumen mengapresiasi hal ini karena smartphone yang baru diluncurkan juga disertai dengan promosi flash sale.”

Pangsa Pasar Pengiriman Smartphone Indonesia, Q1 2024 vs Q1 2023

Top 5 Vendor Smartphone di Indonesia, Perangkat 5G Capai 29% Market Share

Top 5 Vendor Smartphone di Indonesia kuartal pertama 2024 menurut Counterpoint:

  1. vivo (19.4%)
  2. Xiaomi (18.6%)
  3. Oppo (17%)
  4. Samsung (16.7%)
  5. Realme (9.8%)

Vivo mengambil posisi teratas setelah tiga tahun, dengan pangsa pasar 19,2% didorong oleh saluran distribusi yang lebih baik dan strategi pemasaran yang agresif.

Seri Y, termasuk model baru Y100 dan Y03, mendorong pengiriman vivo.

Promosi di saluran online seperti Eraspace, Tokopedia, Blibli, Shopee dan Lazada, serta bermitra dengan brand fintech seperti Kredivo dan Spectra untuk promo cicilan, juga membantu vivo meningkatkan minat konsumen.

Baca Juga: Top 5 Tablet: Pasar Tumbuh Minor di 2024, Samsung Pepet Apple

Xiaomi tumbuh 55% YoY untuk naik ke posisi kedua.

Selama kuartal tersebut, merek tersebut mempercepat penggantian model lama dengan penerusnya sambil menawarkan promosi harga.

Seri Redmi Note 13, Redmi A3, Pocophone X6, X6 Pro, dan Xiaomi 14 termasuk di antara model populer yang diperkenalkan oleh Xiaomi selama kuartal tersebut.

Selain itu, Xiaomi memimpin kisaran harga <$200 dengan pangsa 21%.

Baca Juga: Top 5 Penyedia Internet Tercepat di Indonesia 2023

Counterpoint menyaksikan penurunan YoY pada OPPO dan Samsung karena berkurangnya pengiriman di segmen entry-level (<$200).

Sementara itu, realme mengalami pengiriman yang lebih rendah di semua rentang harga.

Seri realme 12 baru akan membutuhkan waktu untuk dikembangkan pada kisaran harga yang lebih tinggi.

Realme juga melewatkan seri GT populernya dari tahun lalu.

Segmen kelas menengah ($200-$399) tumbuh sebesar 37% YoY pada Q1 2024 hingga mencapai pangsa 27%.

Pertumbuhan tersebut didorong oleh Xiaomi, Samsung dan vivo, khususnya dengan penambahan model baru seperti Samsung Galaxy A15, Galaxy A25, vivo Y100 dan seri Redmi Note 13.

Baca Juga: IDC Top 5 Indonesia: Pasar PC Tumbuh 50% Selama H1-2021

Pengiriman ponsel pintar 5G tumbuh 77% YoY, mencapai pangsa 29% dari keseluruhan pengiriman ponsel pintar.

Pertumbuhan tersebut dipimpin oleh vivo dan OPPO dengan pangsa gabungan sebesar 39%.

Segmen $200-$399 mengalami pertumbuhan terbesar, menyumbang 57% dari pengiriman 5G.

OEM masih mempertimbangkan untuk meluncurkan ponsel pintar 4G di pasar Indonesia karena lambatnya ekspansi 5G.

Mengomentari prospek pasar, Abdillah berkata, “Permintaan akan ponsel pintar diperkirakan akan tumbuh, terutama untuk segmen kelas menengah ($200-$399) karena kami melihat segmen ini terus berkembang, mengingat kondisi makroekonomi negara yang membaik. Selain itu, OEM dapat terus meluncurkan ponsel pintar baru yang dilengkapi dengan teknologi baru, termasuk fitur-fitur seperti AI dan sistem kamera baru.”

Baca Juga: Top 5 Indonesia 2022, IDC Catat Pengiriman Smartphone ‘Hanya’ 35 Juta Unit

Terima kasih telah membaca artikel

Top 5 Vendor Smartphone di Indonesia, Perangkat 5G Capai 29% Market Share