5 Fakta Penggumpalan Darah Otak, Penyebab Anggiat Pingsan usai Cabut Laporan

Jakarta

Anggiat Pasaribu sempat pingsan usai meminta maaf atas kasusnya dengan Arteria Dahlan dan ibunya. Keduanya dikabarkan saling cekcok dan saat ini kasus di antara keduanya berakhir damai.

Namun Anggiat sempat pingsan usai mencabut laporan terhadap Arteria. Pihak keluarga menyebut dirinya tengah sakit.

“Memang dia sakit. Dia ada penggumpalan darah di otak, udah pernah diangkat juga operasinya itu,” jelas pihak keluarga, Clanse Pakpahan Kamis (25/11/2021).

1. Apa itu penggumpalan darah?

Koagulasi atau penggumpalan darah adalah kondisi ketika tubuh tidak bisa memproses pembekuan darah yang menjadi salah satu cara penyembuhan terhadap luka. Ini bisa masalah serius jika pembekuannya terjadi di dalam vena dan arteri yang mengalirkan darah ke dan dari jantung.

Pada otak, penggumpalan darah bisa menjadi tanda-tanda stroke. Kondisi ini juga berpotensi membahayakan karena gumpalan darah dapat memberikan tekanan pada otak dan menyebabkan kebingungan.

2. Gejala penggumpalan darah di otak

Penggumpalan darah di otak tidak selalu memiliki gejala khas. Kondisi penggumpalan darah di otak bisa diketahui secara pasti dengan pemeriksaan seperti MRI atau CT Scan.

Namun pengidap pembekuan darah di otak bisa mengalami gejala:

  • Sakit kepala hebat dan tiba-tiba
  • Kebingungan
  • Kejang
  • Pingsan
  • Gangguan bicara
  • Kelemahan pada satu sisi tubuh

3. Faktor risiko penggumpalan darah

Mereka yang memiliki risiko lebih tinggi terkena penggumpalan darah atau pembekuan darah ini antara lain:

  • Usia, terutama jika berusia di atas 65 tahun
  • Perjalanan panjang, seperti perjalanan yang menyebabkan Anda duduk lebih dari empat jam dalam satu waktu
  • Istirahat di tempat tidur atau tidak bergerak untuk waktu yang lama
  • Kegemukan
  • Kehamilan
  • Riwayat keluarga pembekuan darah
  • Merokok
  • Kanker
  • Pil KB tertentu.

4. Bahaya penggumpalan darah

Pembekuan darah yang terjadi di otak bisa menimbulkan gejala stroke. Sumbatan akibat gumpalan darah itu akan membuat aliran darah ke otak terganggu, sehingga kebutuhan darah tidak tercukupi.

Pembekuan darah di otak bisa menyebabkan masalah pada sistem pernapasan. Hal ini membuat orang yang mengidapnya kesulitan untuk mengontrol saat makan atau menelan yang disebut juga dengan disfagia.

5. Mencegah penggumpalan darah

Anda dapat mengurangi risiko pembekuan darah dengan:

  • Melakukan aktivitas fisik secara teratur
  • Jangan merokok
  • Makan makanan yang sehat
  • Pastikan tubuh tetap terhidrasi
  • Menjaga berat badan ideal
  • Mengontrol masalah medis seperti tekanan darah tinggi dan diabetes


Terima kasih telah membaca artikel

5 Fakta Penggumpalan Darah Otak, Penyebab Anggiat Pingsan usai Cabut Laporan