5 Fakta di Balik Viral Kasur ‘Antiseks’ Atlet Olimpiade Tokyo 2020

Jakarta

Pelari jarak jauh Amerika Serikat, Paul Chelimo membagikan cerita soal kasur di Kampung Atlet Olimpiade Tokyo 2020 yang diklaim sebagai bentuk pencegahan hubungan seks.

Berhubungan intim antar sesama atlet selama Olimpiade berlangsung sudah bukan rahasia lagi. Namun di masa pandemi seperti sekarang, kasur antiseks ini digunakan untuk membatasi intimasi antar para atlet.

Berikut adalah 5 fakta mengenai kasur antiseks di Kampung Olimpiade Tokyo

1. Hanya muat satu orang

Dalam cuitannya, Paul Chelimo menyebut jika kasur yang disediakan sengaja dirancang untuk satu orang saja.

“Ranjang ini hanya bisa menahan beban satu orang. Tidak masalah bagi kami para pelari jarak jauh, meski kami berempat bisa tidur di atasnya,” kicau Paul.

2. Terbuat dari kardus

Paul juga menceritakan bahwa kasur antiseks ini terbuat dari kardus yang bertujuan untuk mengurangi intimasi antara para atlet.

Meski demikian, kasur antiseks ini diklaim dapat menahan bobot hingga 200 kg.

3. Ramah lingkungan

Selain alasan mengurangi intimasi, kasur ini dipilih panitia sebagai bentuk upaya menerapkan gaya hidup ramah lingkungan.

Menurut situs dezeen, sebanyak 18 ribu kasur produksi perusahaan Jepang bernama Airweave itu telah disiapkan untuk Olimpiade 2020.

Sejalan dengan prinsip gaya hidup ramah lingkungan yang diterapkan Olimpiade tahun ini, panitia akan menggunakan kembali sekitar 8.000 di antaranya untuk atlet Paralympic.

4. Kasur unik

Selain ranjang, kasurnya pun terbuat dari bahan daur ulang. Airweave mengatakan, material utama dari kasur tersebut adalah serat polyethylen sehingga bisa didaur-ulang berulang kali.

5. Benarkah kasur antiseks?

Panitia Olimpiade Tokyo membantah laporan bahwa kasur kardus untuk atlet tak kuat jika dipakai berhubungan seks.

Klaim ranjang antiseks ini pun langsung ditepis oleh atlet gimnastik Irlandia Rhys McClenaghan dengan mengunggah video saat ia melompat-lompat di atas ranjang tersebut.

Akun resmi Olimpiade pun mengucapkan terima kasih di kolom komentar karena Rhys telah menyanggah mitos tersebut.


Terima kasih telah membaca artikel

5 Fakta di Balik Viral Kasur ‘Antiseks’ Atlet Olimpiade Tokyo 2020