Waspada! Marak Pencurian Hewan Ternak di Blitar

Blitar

Para pemilik ternak di Blitar harus meningkatkan kewaspadaan. Pasalnya, pencurian hewan ternak marak terjadi dalam sepekan terakhir.

Pada Rabu (5/1), warga Kecamatan Kesamben melaporkan kehilangan 350 bebek. Korban menderita kerugian sekitar Rp 28 juta.

Kemudian Sabtu (8/1), warga Kecamatan Selopuro melaporkan kehilangan 19 kambing. Akibatnya, korban merugi sekitar Rp 22 juta.

Dini hari tadi, sebanyak 308 bebek milik warga Kecamatan Wlingi juga dilaporkan hilang. Bebek ternak itu milik Budiono (57), warga Dusun Sumberarum, Desa Tegalasri.

Seperti kasus pencurian bebek sebelumnya, sang pemilik hanya bisa terbelalak melihat kandangnya kosong ketika tadi pagi bermaksud memberi pakan. Lokasi kandang berada di area persawahan, jauh dengan permukiman penduduk. Jaraknya dengan rumah korban sekitar 300 meter.

“Sebanyak 308 bebek hilang. Kerugian korban ditafsir sekitar Rp 28 juta,” kata Kapolsek Wlingi Kompol Mulyanto, Kamis (13/1/2022).

Menurut polisi, lokasi kandang yang jauh dari permukiman menjadi faktor yang memudahkan aksi pencurian. Selain itu, kandang biasanya hanya ditutup dengan ikat tali seadanya, sehingga mudah dilepaskan.

“Kalau yang pencurian di sini (Wlingi) ada barang bukti berupa sarung yang diduga milik pelaku,” ungkapnya.

Maraknya aksi pencurian hewan ternak menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan Polres Blitar. Ada dugaan, pelaku mengamati dengan seksama situasi lokasi sasaran sebelum beraksi. Mereka tak hanya satu orang, namun komplotan yang menggunakan kendaraan roda empat untuk mengangkut ternak hasil curiannya.

(sun/bdh)

Terima kasih telah membaca artikel

Waspada! Marak Pencurian Hewan Ternak di Blitar