Total 30 Orang Tewas dalam Aksi Demo Tolak Kenaikan Pajak di Kenya

Jakarta

Setidaknya 30 orang tewas dalam aksi-aksi protes di Kenya pekan ini, yang dipicu oleh upaya pemerintah untuk menaikkan pajak di negara Afrika Timur tersebut.

“Pasukan keamanan Kenya menembak langsung ke arah kerumunan pengunjuk rasa pada (Selasa) 25 Juni 2024, termasuk para pengunjuk rasa yang melarikan diri,” kata Human Rights Watch dalam pernyataannya, dilansir kantor berita AFP, Sabtu (29/6/2024).

Meskipun tidak ada konfirmasi mengenai jumlah pasti orang yang tewas di Nairobi, ibu kota Kenya dan kota-kota lain, Human Rights Watch menemukan bahwa setidaknya 30 orang tewas pada hari itu berdasarkan keterangan saksi, informasi yang tersedia untuk umum, catatan rumah sakit dan kamar-kamar mayat di Nairobi, serta keterangan saksi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Menembak langsung ke arah kerumunan tanpa alasan yang jelas, termasuk ketika pengunjuk rasa mencoba melarikan diri, sama sekali tidak dapat diterima berdasarkan hukum Kenya dan internasional,” kata Otsieno Namwaya, direktur Afrika di Human Rights Watch.

“Otoritas Kenya perlu menegaskan kepada pasukannya bahwa mereka harus melindungi pengunjuk rasa damai dan impunitas atas kekerasan polisi tidak dapat lagi ditoleransi,” tambah Namwaya.


ADVERTISEMENT

Unjuk rasa yang sebagian besar berlangsung damai, berubah menjadi kekerasan pada hari Selasa lalu, ketika para anggota parlemen meloloskan kenaikan pajak yang sangat tidak populer, menyusul tekanan dari Dana Moneter Internasional (IMF).

Setelah pengumuman hasil voting parlemen itu, massa menyerbu kompleks parlemen dan terjadi kebakaran dalam bentrokan, yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah negara tersebut sejak kemerdekaannya dari Inggris pada tahun 1963.

Pemerintahan Presiden William Ruto kemudian akhirnya mencabut RUU kenaikan pajak tersebut.

(ita/ita)

Terima kasih telah membaca artikel

Total 30 Orang Tewas dalam Aksi Demo Tolak Kenaikan Pajak di Kenya