Siapa Sangka Taman Cantik Boyolali Ini Dulunya Tempat Pembuangan Sampah

Boyolali

Siapa sangka taman yang indah dan asri di sebuah kampung, Boyolali, Jawa Tengah ini dulunya adalah tempat pembuangan sampah sementara. Kesan kumuh, bau busuk menyengat, dan menjijikkan kini sudah tidak terlihat lagi di sini.

Ya, warga RT 01/02 Dukuh Mekarsari, Desa Kaligentong, Kecamatan Gladagsari, Kabupaten Boyolali berhasil mengubahnya menjadi taman yang indah. Warga memberi nama tempat di bantaran Kali Salak itu Taman Mekarsari, sesuai nama kampungnya. Tempat ini pun kini banyak dikunjungi warga, cuan pun mengalir.

“Awalnya cuma ngobrol santai dengan warga, bagaimana mengatasi masalah sampah di tempat ini, karena banyaknya sampah sampai ke sungai, jadi kesannya kumuh, bau dan warga yang mau lewat sini kan jijik,” kata Adi Wisnu Cahyono, Ketua RT 01/02 Dukuh Mekarsari, Desa Kaligentong ditemui di Taman Mekarsari, Selasa (5/10/2021).

Sepanjang jembatan Kali Salak, Dukuh Mekarsari, ini dulunya dipenuhi semak belukar yang rimbun. Tak jauh dari situ, ada tempat pembuangan sampah yang menjadi andalan warga membuang sampah. Bau menyengat, jalan sempit tanpa penerangan membuat warga bergidik bulu kuduknya. Mitos adanya lelembut yang tersebar membuat warga takut melewati jalan tersebut pada malam hari.

Menurut dia, yang membuang sampah di tempat tersebut kebanyakan justru dari warga luar Dukuh Mekarsari. Saat mengantar sekolah anak atau bepergian ke pasar dan lainnya, mereka membuang sampah di tempat pembuangan sampah tersebut. Kegelisahan warga tentang sampah itu memunculkan ide untuk membersihkannya.

“Sehingga obrolan dengan warga, timbullah suatu ide bagaimana tempat sampah ini kita alih fungsikan untuk mainan warga, kumpulan gotong royong RT ataupun kegiatan edukasi untuk anak. sehingga timbul pembuatan taman ini,” ujar Wisnu.

Pembersihan dan pembuatan taman dilakukan sejak sekitar dua tahun lalu. Kondisi pandemi COVID-19 yang mengharuskan pekerja untuk work from home (WFH) atau kerja dari rumah, termasuk warga Dukuh Mekarsari dimanfaatkan untuk bergotong-royong melakukan pembersihan, dua kali dalam seminggu.

“Sampai sekarang masih berjalan, warga gotong-royong kerja bakti terus seminggu dua kali. Paling tidak di hari Sabtu dan Minggu,” jelasnya.

Pembuatan taman Mekarsari ini pun dilakukan secara swadaya warga RT 01/02 Dukuh Mekarsari. Sehingga tak hanya kerja bakti selama sekitar dua tahun ini, namun warga juga iuran untuk dana pembuatan taman.

“Dananya dari swadaya murni masyarakat. Warga bantingan (iuran) semampunya, tidak memandang jumlah. Kalau dihitung pembuatan Taman Mekarsari ini sudah habis Rp 160 juta ya ada,” imbuh dia.

Kini, di lahan tanah kas Desa Kaligentong yang dikelola RT 01/02 Dukuh Mekarsari itu telah sulap menjadi taman. Lengkap dengan gazebo, kolam ikan di daerah aliran sungai (DAS), sejumpat spot swafoto, warung kuliner dan tempat live music. Juga ada mini zoo, namun baru rusa sebanyak 9 ekor dan kelinci.

“Awalnya kita tidak terbayangkan seperti sekarang ini. Ya Alhamdulillah dengan kerja sama semua warga, menyatu, jadilah seperti taman ini,” imbuh dia.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya…

Terima kasih telah membaca artikel

Siapa Sangka Taman Cantik Boyolali Ini Dulunya Tempat Pembuangan Sampah