PD Dukung Peraturan Kapolri soal Pam Swakarsa: Tak Perlu Khawatir

Jakarta

Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) menolak Pengamanan Swakarsa (Pam Swakarsa) karena menilai sebagai cikal bakal ormas intoleran. Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Partai Demokrat Didik Mukrianto meminta kebijakan Pam Swakarsa tak dilihat secara sempit.

“Paradigma memahami sebuah kebijakan dan political will yang utuh dan tidak boleh sempit karena nama wadahnya. Harus utuh melihat political will-nya melalui basis aturan yang menaunginya,” kata Didik kepada wartawan, Kamis (17/9/2020).

Kebijakan Pam Swakarsa diatur dalam Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 4 Tahun 2020. Didik menilai Perkap itu tak perlu dikhawatirkan secara berlebihan.

“Mencermati dan memahami Perkap 4/2020 yang sangat detail, terukur dan komprehensif dengan basis pengaturan yang lengkap termasuk maksud, tujuan, pengawasan dan pengendaliannya serta pertimbangan yang sangat terukur, saya rasa tidak perlu dikhawatirkan terjadi ekses yang berlebihan. Bahkan dengan memedomani dan menjalankan Perkap 4/2020 secara utuh, saya yakin salah satu tujuan yang diinginkan sebagai bagian partisipasi publik untuk menjaga, memelihara kamtibmas di lingkungannya masing-masing akan bisa dimaksimalkan,” ujar Ketua Departemen Hukum dan HAM DPP Demokrat itu.

Menurut Didik, tak perlu mengkhawatirkan hal yang belum terjadi, apalagi di tengah era keterbukaan publik. Didik mengajak seluruh elemen untuk mendukung Perkap Pam Swakarsa ini.

“Di era keterbukaan publik seperti sekarang ini, pelibatan publik dalam segala hal mutlak adanya. Tidak perlu apriori dengan komitmen dan langkah-langkah baik Kapolri, sebaliknya mari kita dukung, bantu dan pastikan tujuan baik Kapolri ini bisa berjalan dengan baik,” imbuhnya.

Sebelumnya, KontraS mengkritik Pam Swakarsa. KontraS menyebut Pam Swakarsa telah terbukti memunculkan FPI yang disebutnya sebagai organisasi intoleran.

“Pam Swakarsa akan memunculkan kelompok yang bergerak secara semena-mena, mengingat Pam Swakarsa ’98 adalah cikal bakal FPI yang dalam tindakannya tidak sedikit menunjukkan perilaku intoleran,” kata Koordinator Kontras, Fatia Maulidiyanti, dalam keterangannya.

Sementara itu, FPI membantah pernyataan KontraS. FPI menyebut KontraS mengarang. Slamet menjelaskan Pam Swakarsa bukanlah cikal bakal FPI. Dia menyebut tanggal berdirinya FPI adalah 17 Agustus 1998.

“Ngarang dia (KontraS),” kata Ketua Umum FPI Slamet Maarif kepada detikcom.

(rfs/gbr)

Terima kasih telah membaca artikel

PD Dukung Peraturan Kapolri soal Pam Swakarsa: Tak Perlu Khawatir