Muhammadiyah Harap Lebaran Kompak Dirayakan 31 Maret: Beda Pun Tak Masalah

Jakarta

Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas menyebut pihaknya juga berharap agar Idul Fitri 2025 jatuh bersamaan pada 31 Maret 2025. Namun, dia menyebut, jikalau nantinya berbeda, tidak menjadi masalah.

“Kita berharap agar Idul Fitri bisa bersamaan, tapi jika berbeda pun tidak masalah,” kata Anwar Abbas saat dihubungi, Rabu (26/3/2025).

Anwar Abbas mengatakan ada kemungkinan terjadinya perbedaan Idul Fitri. Menurutnya, itu mungkin terjadi setiap 4 tahun sekali.

<!–

ADVERTISEMENT

–>

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

<!– SCRIPT REFRESH SLOT PARALLAX DETAIL SAAT VIEWPORT

document.addEventListener(‘DOMContentLoaded’, function () {
var adSlot_pd = document.getElementById(‘div-gpt-ad-1572507980488-0’);
var refreshInterval_pd; function refreshAd_pd() {
googletag.cmd.push(function () {
googletag.pubads().refresh([gpt_parallax]);
console.log(‘Slot Parallax Detail refreshed at ‘ + new Date().toLocaleTimeString());
});
} var observer_pd = new IntersectionObserver(function (entries) {
entries.forEach(function (entry) {
if (entry.isIntersecting) {
if (!refreshInterval_pd) {
refreshAd_pd(); // Refresh saat pertama kali terlihat
refreshInterval_pd = setInterval(refreshAd_pd, 30000); // Refresh setiap 30 detik
}
} else {
if (refreshInterval_pd) {
clearInterval(refreshInterval_pd);
refreshInterval_pd = null;
}
}
});
}, { threshold: 0.5 }); // Aktif saat 50% iklan terlihat di layar if (adSlot_pd) {
observer_pd.observe(adSlot_pd);
googletag.cmd.push(function () { googletag.display(‘div-gpt-ad-1572507980488-0’); });
}
});
–>

“Karena memang dengan mempergunakan dua metode yang diperkenankan oleh syara’ yaitu hisab dan ru’yah ada kemungkinan dalam rentang waktu 4 tahun ada satu kali yang berbeda. Oleh karena itu jika berbeda pun waktu Idul Fitri kita, maka kita jangan sampai kelojotan gara-gara perbedaan tersebut,” jelasnya.

Dia berpendapat perbedaan yang terjadi masuk ke dalam kategori majalul ikhtilaf. Sehingga, lanjut dia, perbedaan itu dimungkinkan.


ADVERTISEMENT

“Oleh karena itu sikap kita dalam menghadapi perbedaan tersebut bukan dengan emosi tapi dengan penuh toleransi,” tutur dia.

Dia pun berharap pemerintah tetap menghormati jika nantinya Idul Fitri jatuh pada tanggal yang berbeda. “Untuk itu dalam kasus yang seperti ini pemerintah tidak boleh berpihak tapi harus menghormatinya sesuai dengan amanat konstitusi yaitu UUD 1945 Pasal 29 ayat 2 yang berbunyi ‘Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu,” imbuhnya.

Komisi VIII DPR Berharap Idul Fitri 2025 Kompak Dirayakan 31 Maret

Profesor Riset Astronomi dan Astrofisika Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Thomas Djamaluddin memprediksi Lebaran 2025 akan jatuh pada 31 Maret 2025. Pimpinan Komisi VIII DPR berharap Lebaran 2025 dapat dirayakan bersamaan pada 31 Maret 2025.

“Kita harapkan bisa kompak tanggal 31 (Maret),” kata Wakil Ketua Komisi VIII DPR Singgih Januratmoko kepada wartawan, Selasa (25/3).

Harapan Komisi VIII DPR tersebut selaras dengan awal puasa 2025 yang dilakukan serempak pada awal bulan Maret. Komisi bidang keagamaan dan sosial ini juga berharap keputusan Kementerian Agama (Kemenag) nantinya dapat diterima semua pihak.

“Insyaallah sama (Lebarannya). Kan permulaan puasa juga sama,” ujarnya.

(maa/eva)

Hoegeng Awards 2025

Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini

Selengkapnya
Terima kasih telah membaca artikel

Muhammadiyah Harap Lebaran Kompak Dirayakan 31 Maret: Beda Pun Tak Masalah