Mengusir Diplomat Dari Beberapa Negara Sebagai Aksi Balasan

Informasi Menarik – Pemerintahan Negara Rusia mengumumkan tindakan balasan dengan mengusir diplomat dari beberapa negara. Paling tidak 59 diplomat dari 23 negara yang terlebih dulu telah mengusir diplomat mereka. Pengumuman ini diberitakan setelah Rusia menyatakan akan membalas dengan mengusir 60 diplomat Amerika Serikat (AS) dari wilayah kekuasaannya.

Dilansir dari redaksi Reuters, Sabtu 31 Maret 2018. Pihak kewenangan Rusia menyatakan pengusiran puluhan diplomat asing ini pada hari Jumat, 30 Maret 2018, waktu setempat. Sebelumnya ke-23 negara tersebut terlebih dahulu telah mengusir diplomat Rusia dari negaranya sebagai solidaritas untuk Inggris. Terkait kejadian peracunan mantan mata-mata Rusia, Sergei Skripal (66) serta putrinya, Yulia (33).

Pada Jumat, 30 Maret 2018. Russia memanggil para Duta Besar (Dubes) ke-23 negara tersebut dan mengumumkan langkah balasan yang akan mereka ambil.

Para Dubes yang dipanggil itu berasal dari :



  • Albania
  • Australia
  • Belanda
  • Denmark
  • Estonia
  • Finlandia
  • Irlandia
  • Italia
  • Jerman
  • Kanada
  • Kroasia
  • Latvia
  • Lithuania
  • Macedonia
  • Moldova
  • Norwegia
  • Prancis
  • Polandia
  • Republik Ceko
  • Rumania
  • Swedia
  • Spanyol
  • Ukraina

Dalam laporan jurnalis semua diplomat dari negara tersebut sudah tiba dengan kendaraan resmi diplomatik di kantor Kementerian Luar Negeri Rusia di Moskow.

Lihat juga: Kasus Peredaran Uang Palsu

“Mereka (maksudnya para diplomat) diberi nota protes serta diinfokan bahwa sebagai respons atas permintaan tidak mendasar dari negara-negara yang bersangkutan untuk mengusir diplomat Rusia. Maka, pihak Rusia mengumumkan persona non grata untuk jumlah yang sama untuk staf (diplomatik) yang ada di masing-masing kedutaan itu di Federasi Rusia,” demikian keputusan Kementerian Luar Negeri Rusia.

4 negara lainnya, Belgia, Hungaria, Montenegro, dan Georgia. Baru mendeklarasikan pengusiran diplomat Rusia pada waktu-waktu terakhir. Otoritas Rusia menyatakan pihaknya juga mempunyai hak untuk membalas pengusiran dari keempat negara tersebut.

Sehari lebih awal, atau tepatnya pada Kamis, 29 Maret 2018 waktu setempat. Rusia menginfokan pengusiran 60 diplomat AS serta penutupan Konsulat AS di St Petersburg. Langkah ini merupakan balasan atas tindakan AS yang mengusir 60 diplomat Rusia dari wilayahnya.

Mengusir Diplomat Dari Beberapa Negara Sebagai Aksi Balasan

Jauh sebelum itu, Rusia juga membalas mengusir 23 diplomat Inggris dari wilayah kekuasaannya. Kasus diracunnya mantan mata-mata Rusia Skripal ini memanaskan hubungan diplomatik antara negara Rusia dengan Inggris. Kedua negara ini akhirnya saling tuding mengenai dalang utama di balik serangan yang menghantam Skripal.

Dubes Inggris di Rusia, Laurie Bristow, juga turut dipanggil pada hari Jumat (30/3) waktu setempat. Dituturkan Kementerian Luar Negeri Rusia jika Dubes Bristow di infokan bahwa Inggris diberi tenggang waktu 1 bulan untuk mengurangi jumlah personel misi diplomatiknya di Rusia, menjadi sama banyak dengan jumlah orang untuk misi diplomatik Rusia di Inggris. Tidak disebut lebih lanjut mengenai berapa jumlah tepatnya.

Komentar Anda
%d blogger menyukai ini: