Lurah Pasar Manggis Curiga Ada Provokator di Balik Aksi Tawuran Beruntun

Jakarta

Tawuran 3 kali berturut-turut terjadi di Pasar Manggis, Setiabudi, Jakarta Selatan, dalam sehari ini. Lurah Pasar Manggis, Purwati mencurigai adanya provokator yang sengaja membuat keributan.

“Iya (provokator). Orang luar yang masuk wilayah kita,” kata Purwati saat dihubungi detikcom, Selasa (20/7/2021).

Berdasarkan informasi yang diperoleh Purwati, wilayahnya itu kerap ‘kemasukan’ orang luar. Orang luar yang dia curigai sebagai provokator itu suka nongkrong tidak jelas.

“Masyarakat di situ juga kalau info dari Pak RW, emang ada orang luar yang masuk ke Pasar Manggis yang nggak jelas motifnya apa yang suka nongkrong-nongkrong. Udah dibubarin tapi masih bandel juga,” jelasnya.

Tawuran tersebut terjadi 3 kali kurang dari 24 jam sejak Selasa (20/7) dini hari tadi. Pada pukul 01.00 WIB dini hari tadi, sempat terjadi dua kali tawuran.

Setelah situasi mulai kondusif, tawuran kembali pecah pada pukul 16.00 WIB. Hingga kini belum diketahui penyebab terjadinya tawuran warga tersebut.

“Tadi sore ada lagi (tawuran) nggak ngerti juga masalahnya apa. Dari awal kita rapat juga kita cari solusi juga belum tahu ya,” ujar Purwati.

Warung Warga Dirusak

Tawuran yang diwarnai aksi saling lempar batu itu menimbulkan kerugian materil. Dilaporkan beberapa warung rusak akibat aksi tawuran tersebut.

“Kalau warung kan ada warung bakso itu ada yang pecah kacanya terus warung sembako sempat juga ada yang dirusak juga,” ungkap Purwati.

Polisi telah membubarkan kedua kelompok warga yang terlibat tawuran tersebut. Lokasi saat ini dinyatakan sudah kondusif.

“Kalau untuk sekarang udah kondusif. Sekarang lagi ada pembersihan (sisa tawuran) dari PPSU ya,” ujarnya.

Menurut Purwati, sejauh ini belum ada pelaku yang diamankan polisi.

“Saya monitor dari tadi belum ada yang diamankan, belum ada. Yang jelas mereka dihalau aja dulu,” pungkas Purwati.

(ygs/mei)

Terima kasih telah membaca artikel

Lurah Pasar Manggis Curiga Ada Provokator di Balik Aksi Tawuran Beruntun