KPK Sebut Koordinasi Tak Berjalan Baik, Haidar: Kalau Ada Kendala Selesaikan

Jakarta

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Alexander Marwata, menyebut koordinasi dan supervisi antarlembaga yang menangani korupsi seringkali tak berjalan dengan baik. Pendiri Haidar Alwi Institute (HAI), R Haidar Alwi mengingatkan KPK untuk menyelesaikan masalah dengan komunikasi.

“Kalau kemudian ada suatu kendala, lebih baik diselesaikan melalui komunikasi antar pimpinan lembaga. Bukan malah melemparnya ke publik hingga memancing berbagai asumsi dan persepsi negatif yang dapat mendiskreditkan pihak lain dalam hal ini Polri dan Kejaksaan,” ujar Haidar dalam keterangan tertulis yang diterima, Rabu (3/7/2024).

Masalah komunikasi, menurut Haidar Alwi, justru ada di KPK. Ia lantas menyinggung beberapa komunikasi yang menurutnya kurang baik dari KPK.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Kedua pernyataan Alexander Marwata itu disampaikan secara terbuka di DPR. Cerminan betapa buruknya komunikasi seorang Wakil Ketua KPK. Dewas KPK sebaiknya menegur agar pernyataan Alexander Marwata tidak terus jadi kontroversi di tengah minimnya prestasi,” ungkap Haidar Alwi.

Selain itu, ia menduga adanya motif kecemburuan terkait hasil survei tingkat kenerja KPK dengan lembaga-lembaga lain. Sebagaimana diketahui, tiga lembaga yang menangani kasus korupsi di Indonesia yakni KPK, Polri, dan Kejaksaan.


ADVERTISEMENT

“Ada kecemburuan karena KPK tidak mampu menyaingi kinerja maupun prestasi Kejaksaan dan Polri dalam hal penegakan hukum. Sehingga muncul upaya-upaya untuk mendiskreditkan sesama lembaga penegak hukum,” tuturnya.

Sebelumnya, Polri telah merespons pernyataan Alex yang menyebut sulit koordinasi dengan Kejaksaan Agung (Kejagung) dan Kepolisian dalam pemberantasan korupsi bila ada keterlibatan oknum penegak hukum. Polri mengklaim memiliki kemampuan teknis dan mampu menjalin kerja sama dalam penegakan hukum.

“Sebagai landasan kerja sama dilaksanakan Koordinasi Supervisi yang mendasari Peraturan Komisi Nomor 7 Tahun 2020 dalam rangka Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko kepada wartawan, Selasa (2/7/2024).

Trunoyudo mengatakan sinergitas antara KPK dan Polri selama ini telah terbangun melalui nota kesepahaman. Korps Bhayangkara, kata dia, dipastikan selalu berkomitmen mendukung pemberantasan korupsi dan telah berkoordinasi dalam penegakan hukum bersama Lembaga Antirasuah itu.

“Kemudian Polri selalu bersinergi dengan KPK, terbukti dengan adanya penugasan personel Polri di lingkungan KPK dalam rangka mendukung tugas-tugas di lingkungan KPK yang merupakan personel terbaik, integritas, akademis, dan berdedikasi,” imbuh Truno.

(dwia/dwia)

Terima kasih telah membaca artikel

KPK Sebut Koordinasi Tak Berjalan Baik, Haidar: Kalau Ada Kendala Selesaikan