Komisi X DPR Ungkap Pemicu Siswa SD di Malang Dibully hingga Koma

Komisi X DPR Ungkap Pemicu Siswa SD di Malang Dibully hingga Koma

Jakarta

Siswa SD berinisial MWF (8) di Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, di-bully kakak kelas hingga koma. Wakil Ketua Komisi X DPR Dede Yusuf mengungkap kemungkinan pemicu kasus bullying di sekolah masih terjadi.

Dede menyinggung minimnya pendidikan moral dan akhlak yang berkurang di sekolah. Apalagi menurutnya, kurikulum soal pendidikan tersebut kini sudah tidak ada lag.

“Mungkin pendidikan moral akhlak makin berkurang di sekolah. Karena kurikulum soal itu sudah tidak ada,” kata Dede kepada wartawan, Kamis (24/11/2022).


Dede juga menilai sikap guru yang takur menegur anak murid. Dia menyebut tidak sedikit guru yang dipenjarakan soal HAM buntut mendisiplinkan siswa.

“Guru takut menegur anak murid, karena banyak Guru dipenjara karena soal HAM ketika mendisiplinkan anak,” ujarnya.

Dede pun juga menyoroti kondisi orang tua yang disibukkan dengan keadaan ekonomi sehingga kurangnya perhatian kepada anak. Serta dunia media sosial yang membawa efek negatif bagi anak.

“Orang tua disibukkan masalah ekonomi yang makin sulit, sehingga perhatian kepada anak makin berkurang,” ucapnya.

“Dunia medsos dan digital membawa efek yang belum tentu positif, karena tidak ada filter sama sekali,” lanjut Dede.

Dede menilai sikap anak bukan hanya ditentukan dari sekolah. Tapi menurutnya, peran orang tua lah yang menjamin perilaku anak.

“Memang agak susah jika diawasi terus terusan, apalagi guru banyak tugas paperwork yang harus dituntaskan. Di sinilah peran orang tua, pemuka agama dan komunitas kampung memberikan pengawasan,” ujarnya.

Simak selengkapnya di halaman berikut

Terima kasih telah membaca artikel

Komisi X DPR Ungkap Pemicu Siswa SD di Malang Dibully hingga Koma