Ketua MPR: Polri Harus Berdiri di Semua Golongan

Jakarta

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo bersama Wakapolri periode 2011-2013, Komjen Pol (Purn) Nanan Soekarna mengupas dinamika dan tantangan membangun Polri menjadi lebih profesional dan terpercaya di era saat ini.

Mantan Ketua DPR RI ini sepakat dengan Nanan, personil Polri ke depan harus mengedepankan pendekatan humanisme. Menurutnya sudah bukan masanya Polri mengutamakan kekuatan senjata dalam menjaga keamanan, ketertiban serta mengayomi masyarakat.

“Dengan mengedepankan sisi humanisme, Polri akan semakin dekat dengan masyarakat. Polri juga harus berdiri di semua golongan. Tidak boleh memihak sekelompok orang saja. Saya yakin kepercayaan masyarakat terhadap Polri akan terus meningkat,” ujar Bamsoet dalam keterangannya, Sabtu (17/10/2020).

Hal ini ia ungkapkan dalam Podcast Ngompol (Ngomong Politik) yang ditayangkan di YouTube Bamsoet Channel.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menuturkan pengakuan dunia internasional terhadap Polri terlihat pada laporan Global Law and Order Survey yang diselenggarakan The Gallup Organization tahun 2018, yang menempatkan Indonesia sebagai negara teraman ke-9 di dunia.

Sebanyak 69% dari 148.000 responden di 142 negara percaya bahwa Polri mampu menjaga keamanan Indonesia dengan cara yang humanis.

“Bukan berarti Polri bisa berpuas diri. Segudang persoalan pekerjaan rumah masih perlu diselesaikan. Terlebih sebentar lagi kita akan menghadapi Pilkada Serentak 2020. Polri harus bisa turut berperan menjaga keutuhan bangsa dari perpecahan akibat Pilkada,” ungkapnya.

(prf/ega)

Terima kasih telah membaca artikel

Ketua MPR: Polri Harus Berdiri di Semua Golongan