Kendaraan Berat dari Yogya-Solo Masih Masuk Kota Delanggu, Sampai Kapan?

Klaten

Kendaraan angkutan berat dan bus dari Yogyakarta ke arah Solo yang melewati jalur lingkar barat Klaten masih dialihkan ke Kota Kecamatan Delanggu, Klaten, Jawa Tengah. Pengalihan arus lalu lintas ini terjadi karena amblesnya Jembatan Mambek di lingkar barat. Akan sampai kapan pengalihan arus lalin ini?

“Kita belum tahu sampai kapan, yang jelas sampai jembatan selesai dibangun. Kita kemarin sudah cek bersama Sat Lantas, kecamatan dan pak Kades,” ungkap Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan Pemkab Klaten, Suyatno kepada detikcom, Senin (22/11/2021) siang.

Suyatno mengatakan kendaraan berat masuk kota karena tidak ada alternatif lain. Jika dipaksakan melintas jalan lingkar, dikhawatirkan jembatan Mambek akan ambrol.

“Jika dipaksakan dikhawatirkan jembatan putus. Karena badan jembatan di bagian bawah sudah putus dari hasil pengecekan DPU,” sambung Suyatno.

Menurut Suyatno, usia jembatan tersebut juga sudah tua yakni sekitar 30 tahun. Jembatan itu menurut keterangan pemerintah desa dibangun tahun 1980-an.

“Untuk menjelang libur Natal dan tahun baru, kita masih kaji dan analisa nantinya seperti apa,” imbuh Suyatno.

Diwawancara terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Pemkab Klaten, Supriyono, mengatakan kerusakan jembatan itu bukan kewenangannya. Namun kewenangan di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU PR).

“Kalau itu (jembatan) kan kewenangan di DPU. Seharusnya sudah dikomunikasikan, tapi kabarnya mau dianggarkan tahun 2022,” terang Supriyono di Pemkab.

Menurut Supriyono, jika dianggarkan APBD 2022 akan bersinggungan dengan lebaran. Sedangkan lebaran diperkirakan bulan April, sehingga kemungkinan pembangunan jembatan belum selesai saat lebaran tahun depan.

“Lebaran kan April. Ya kita dengan manajemen lalu lintas karena kewenangan kita di situ,” sambung Supriyono.

Mengantisipasi lebaran dan jembatan belum jadi, imbuh Supriyono, pihaknya akan mengatur waktu jeda traffic light. Sehingga diharapkan tidak muncul kemacetan.

Kepala Bidang Bina Marga DPU PR Pemkab Klaten, Suryanto, mengatakan DPU sudah melayangkan surat ke tim anggaran.

“DPU sudah bersurat ke TAPD untuk bisa dianggarkan dan dilaksanakan di tahun 2022. Kita tinggal berdoa saja,” ungkap Suryanto kepada detikcom.

Pantauan detikcom, jalan lingkar barat ditutup dengan pembatas water barrier mulai simpang empat terminal Delanggu. Sedang di lokasi jembatan setengah badannya ditutup serupa.

Kendaraan roda dua tampak masih bisa melintas. Namun kendaraan roda empat sudah tidak bisa masuk ke jalan lingkar tersebut.

Sementara di ruas Jalan Yogya-Solo di Kota Kecamatan Delanggu bus dan truk berbaur dengan pengguna jalan lain. Kepadatan kadang terjadi di simpang empat Pasar Delanggu.

Selengkapnya di halaman berikutnya…

Terima kasih telah membaca artikel

Kendaraan Berat dari Yogya-Solo Masih Masuk Kota Delanggu, Sampai Kapan?