GOR Indoor GBT dan Lapangan Kalibokor Surabaya Diubah Jadi RS Darurat

Surabaya

GOR Indoor Gelora Bung Tomo (GBT) dan Lapangan Kalibokor disulap jadi RS Darurat. Ini dilakukan menghadapi kasus aktif COVID-19 di Surabaya yang jumlahnya kerap memimpin daerah di Jatim.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi juga meminta Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (DPRKP CKTR) untuk menyiapkan fasilitas kesehatannya.

“Sejak Rabu (14/7) dua lokasi itu mulai diukur untuk mempersiapkan tempat bed, oksigen dan beberapa bagian diperbaiki,” kata Wali Kota Eri, Kamis (15/7/2021).

GOR Indoor GBT dan Lapangan Kalibokor Gubeng yang dipersiapkan, jelas dia, merupakan RS darurat seperti RS Lapangan Tembak (RSLT). Artinya, isinya hanya ada bed, oksigen beserta pengobatan yang telah disiapkan.

Di RS Darurat GOR Indoor GBT rencananya bisa menampung sekitar 200 orang. Sedangkan di RS Darurat Lapangan Kalibokor akan menampung sekitar 50 orang.

“Tempat-tempat ini nanti akan diisi oleh pasien yang kondisinya ringan hingga sedang, termasuk yang sesak nafas juga bisa dirawat di sini, karena kita sudah persiapkan oksigennya juga,” tandasnya.

Eri menyebut RS Darurat yang didirikan ini bukan asal mendirikan di tiap kelurahan. Dia akan mempersiapkan ketersediaan oksigen dan fasilitas kesehatan lainnya sebelum RS Darurat dibuka.

Nantinya bila ada warga di Kecamatan Pakal yang sesak nafas karena terindikasi COVID-19, tidak perlu ke Rumah Sakit Lapangan Tembak (RSLT). Cukup di GOR Indoor GBT karena akan dilengkapi dengan oksigen.

“Yang terjadi sekarang ini adalah warga yang isolasi mandiri membutuhkan oksigen, sehingga kita akan beli oksigen itu. Makanya, kalau nanti sudah siap beserta oksigennya, kita langsung buka,” tegasnya.

(fat/fat)

Terima kasih telah membaca artikel

GOR Indoor GBT dan Lapangan Kalibokor Surabaya Diubah Jadi RS Darurat