Dalam 2 Hari Hujan Es Terjadi di Yogyakarta, Ini Penjelasan BMKG

Sleman

Dalam kurun waktu 2 hari berturut-turut, hujan es terjadi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Pada Selasa (2/3) hujan es terjadi di Sleman dan hari ini hujan es kembali terjadi di sebagian wilayah DIY. Berikut penjelasan BMKG.

Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta Reni Kraningtyas menyampaikan hujan es terjadi di beberapa wilayah Kota Yogyakarta dan Sleman.

“Betul, terpantau telah terjadi hujan es di kapanewon Turi, Sleman dan Kota Yogyakarta,” kata Reni kepada wartawan, Rabu (3/3/2021).

Ia menjelaskan, hujan es tidak ada kaitannya dengan badai tropis di selatan Pulau Jawa. Menurutnya, fenomena hujan es merupakan sesuatu yang wajar.

“Tidak ada hubungannya dengan badai tropis di selatan Pulau Jawa. Hujan es adalah fenomena alam biasa yang terjadi bersamaan dengan hujan lebat,” jelasnya.

Ia menjelaskan, hujan es terbentuk saat udara hangat, lembab dan labil terjadi di permukaan bumi. Maka pengaruh pemanasan bumi yang intensif akibat radiasi matahari akan mengangkat massa udara tersebut ke atmosfer dan mengalami pendinginan. Setelah terjadi kondensasi akan terbentuk titik-titik air yang terlihat sebagai awan Cumulonimbus (Cb).

“Karena kuatnya energi dorongan ke atas saat terjadi proses konveksi maka puncak awan sangat tinggi hingga sampai freezing level. Freezing level ini terbentuk kristal-kristal es dengan ukuran yg cukup besar. Saat awan sudah masak dan tidak mampu menahan berat uap air, terjadi hujan lebat disertai es,” urainya.

“Es yang turun ini bergesekan dengan udara sehingga mencair dan ketika sampai permukaan tanah ukurannya lebih kecil,” tambahnya.

Ia menjelaskan, hujan es masih berpotensi terjadi hingga berakhirnya masa pancaroba pada bulan April.

“Hujan es saat masih berpotensi tinggi terjadi pada musim hujan dan juga pada saat pancaroba. Hujan es ini sifatnya sangat lokal yakni radius 2 kilometer yang disebabkan oleh pertumbuhan awan Cb lebih dari 10 kilometer. Ke depan potensi hujan es masih akan terjadi hingga berakhirnya masa pancaroba pada April,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, hujan es dengan skala kecil terjadi di Kota Yogyakarta. Hujan tersebut sebelumnya diawali hujan lebat disertai angin kencang.

Pantauan detikcom, hujan dimulai sekitar jam 13.00 WIB. Selanjutnya, terdengar suara seperti kerikil yang jatuh di atas genting.

Setelah keluar untuk mengecek, tampak beberapa bulir es dengan ukuran kecil tercecer di pekarangan daerah kampung Tukangan, Kalurahan Tegalpanggung, Kemantren Danurejan, Kota Yogyakarta.

Tampak pula beberapa orang tengah mengais bulir es yang jatuh dari langit. Saat ini hujan masih berlangsung dengan intensitas tidak lebat.

Sehari sebelumnya, Selasa (2/3) juga terjadi hujan es di wilayah Kapanewon Turi, Sleman, DIY.

(rih/mbr)

Terima kasih telah membaca artikel

Dalam 2 Hari Hujan Es Terjadi di Yogyakarta, Ini Penjelasan BMKG