Artikel Unik

Terma Raih Kontrak Upgrade Sistem Tempur di Korvet Diponegoro Class dan KCR 60M

Terma Raih Kontrak Upgrade Sistem Tempur di Korvet Diponegoro Class dan KCR 60M

Terma, perusahaan solusi pertahanan asal Denmark, rupanya terus mendapat kepercayaan dari TNI AL untuk memasok beragam perangkat dan sistem aplikasi untuk dipasangkan pada kapal perang jenis korvet dan kapal cepat rudal (KCR). Seperti kabar terbaru menyebut, bahwa Terma baru saja mendapatkan dua kontrak sekaligus, yaitu untuk modernisasi kemapuan AKS pada korvet Sigma Diponegoro Class dan modernisasi ESM pada enam unit KCR 60M. Baca juga: Terma SKWS DLT-12T – Perisai Serangan Rudal Anti Kap…
Radar Hanud Plessey AWS-2 Jadi Koleksi Museum Satriamandala

Radar Hanud Plessey AWS-2 Jadi Koleksi Museum Satriamandala

(Pusjarah TNI) Ada yang baru di halaman depan Museum TNI Satriamandala Jakarta, dimana pada 5 September 2021, museum sarat alutsista legendaris ini kedatangan koleksi baru, yaitu radar Plessey AWS-2 buatan Inggris. Adapun ruang penempatan koleksi radar tersebut, yaitu di taman depan sebelah kiri berdampingan dengan koleksi radar Nysa B buatan Polandia. Koleksi radar canggih pada zamannya ini merupakan hibah dari Mabes TNI AU. Baca juga: Radar Hanud AWS-2 – Jejak Operasi Kresna Yang Masih Ek…
‘Kembaran’ KRI Irian Ternyata Pernah Dipasangi Varian Rudal Hanud SA-2 (M2 Volchov-M )

‘Kembaran’ KRI Irian Ternyata Pernah Dipasangi Varian Rudal Hanud SA-2 (M2 Volchov-M )

Tahukah Anda, dua alutsista terhebat pada zamannya pernah dimiliki oleh Indonesia, yaitu kapal penjelajah Sverdlov Class dan rudal hanud jarak sedang/jauh V-75 Dvina (kode NATO SA-2 Guideline). Kehadiran Sverdlov Class diwujudkan dalam legenda KRI Irian yang tak lekang oleh waktu, sementara rudal SA-2 pernah menjadi perisai ruang udara ibu kota Jakarta. Bahkan publik tahu betul prestasi rudal berukuran besar ini pernah menjatuhkan pesawat intai Lockheed U-2 Dragon Lady pada 1 Mei 1960. Baca juga…
Cina Pamerkan Drone Bawah Laut yang Bisa Dilepaskan dari Udara

Cina Pamerkan Drone Bawah Laut yang Bisa Dilepaskan dari Udara

(wanquanfoto/CAAA) Di masa mendatang, mungkin Cina tak perlu harus mengerahkan armada kapal risetnya untuk melepaskan drone bawah lautnya di kawasan Asia Pasifik, cukup dengan melepaskan drone bawah laut lewat airdrop dari wahana udara, maka drone bawah laut atau Autonomous Underwater Vehicle (AUV) akan lebih cepat menyasar ke daerah operasi. Skenario itu rupanya telah diperlihatkan dalam ajang Zhuhai AirShow 2021. Baca juga: (Lagi) Drone Bawah Laut Sea Wing ‘Haiyi’ Ditemukan Nelayan Indone…
Hancurkan Kapal Selam Lawan, NC-212 200 Puspenerbal Lepaskan Ranjau Laut “RDLP”

Hancurkan Kapal Selam Lawan, NC-212 200 Puspenerbal Lepaskan Ranjau Laut “RDLP”

Ada yang menarik dari postingan akun Instagram Puspenerbal, disebutkan pada 30 September 2021 dilakukan penjatuhan ranjau laut dari pesawat udara. Bukan dari pesawat udara yang mempunyai kemampuan anti kapal selam (AKS), melainkan ranjau laut berbentuk silinder besar itu dijatuhkan (air drop) menggunakan parasut dari ramp door pesawat angkut ringan NC-212 200 Aviocar dengan nomer U-6216. Baca juga: Begini Cara Frankenthal Class Melakukan Identifikasi dan Eliminasi Pada Ranjau Laut Dari kete…
GETC JY-300 – Drone MALE dengan Kemampuan Khusus Sebagai AWACS

GETC JY-300 – Drone MALE dengan Kemampuan Khusus Sebagai AWACS

Lepas dari keunggulan yang ditawarkan, adalah fakta yang tak bisa dibantah bila biaya akuisisi pesawat intai AWACS (Airborne Warning and Control System) atau AEW&C (Airborne Early Warning and Control) terbilang mahal. Sementara dari aspek risiko, jenis pesawat mahal dengan antena khusus ini menjadi sasaran strategis oleh rudal udara ke udara jarak jauh. Baca juga: Vympel R-37M – Disebut Sebagai “AWACS Killer,” Inilah Rudal Andalan Sukhoi Su-35 Berangkat dari kondisi di atas, Cina sejak …
Rusia Tuntaskan Fase Uji Terbang Rudal Hipersonik Tsirkon

Rusia Tuntaskan Fase Uji Terbang Rudal Hipersonik Tsirkon

(Russian MoD) Setelah sukses dalam uji coba perdana peluncuran rudal hipersonik Tsirkon di awal Januari 2020, dan masih dari peluncur di atas frigat Admiral Gorshkov milik Armada Utara, diwartakan Angkatan Laut Rusia telah menyelesaikan serangkaian uji terbang (flight test) peluncuran rudal yang punya kecepatan Mach 8 (9.800 km per jam)  ini. Baca juga: Untuk Pertama Kali, Rusia Luncurkan Rudal Hipersonik Tsirkon dari Frigat Admiral Gorshkov Dikutip dari Kantor Berita Rusia – Tass (30/…
Meriam Kapal (Cina) H/PJ26 76mm – Lawan Tanding Meriam (Barat) OTO Melara 76mm

Meriam Kapal (Cina) H/PJ26 76mm – Lawan Tanding Meriam (Barat) OTO Melara 76mm

Bagi kapal-kapal perang berstandar NATO, keberadaan OTO Melara 76 mm ibarat ‘meriam sejuta umat,’ lantaran begitu banyak dipasang di beragam jenis kapal perang, mulai dari kapal patroli, korvet, frigat sampai destroyer. Namun lain halnya dengan Angkatan Laut Sang Naga, berusaha mandiri dalam adopsi alutsistanya, AL Cina punya kebanggaan tersendiri untuk meriam pada haluan kapal perangnya. Baca juga: OTO Melara 76mm Super Rapid Gun – Meriam Reaksi Cepat KRI Martadinata 331 SIGMA Class 10514 …
Inilah CH-817 – Mini Attack Drone Kamikaze untuk Pasukan Infanteri Masa Depan

Inilah CH-817 – Mini Attack Drone Kamikaze untuk Pasukan Infanteri Masa Depan

Keberadaan drone mini dan mikro kini tak bisa dilepaskan dari kelengkapan infanteri modern, hanya ditangan seorang prajurit, drone berukuran mungil dapat mengemban peran sebagai wahana intai taktis dalam misi ntelligence, surveillance, target acquisition, and reconnaissance (ISTAR) hingga menjelma sebagai drone kamikaze (loitering munition). Baca juga: Dilepas dari Drone, Granat Kok Badminton Ternyata Jadi Musuh Besar ISIS Dan dari ajang Zhuhai AirShow 2021, China Aerospace Science and Tech…
Menanti Kapal Selam Nuklir, Saab Tawarkan Australia Upgrade Collins Class Agar Tetap Strong Hingga Tahun 2048

Menanti Kapal Selam Nuklir, Saab Tawarkan Australia Upgrade Collins Class Agar Tetap Strong Hingga Tahun 2048

Australia dengan dukungan pakta AUKUS telah menetapkan pilihanya untuk mengadopsi delapan kapal selam nuklir. Meski belum ketahuan platform apa yang akan jadi rujukan Australia untuk kapal selam nuklirnya, tapi dipastikan program pembangunan kapal selam nuklir tidak mudah dan bakal memakan waktu lama, terlebih bila nantinya konstruksi kapal selam nuklir akan dibangun di wilayah Australia. Baca juga: Menanti Tahun 2040, Australia Berencana Sewa Kapal Selam Nuklir dari AS atau Inggris Petingg…