Advokat PDIP Laporkan Penyidik Rossa ke Dewas KPK soal Intimidasi

Jakarta

Advokat PDIP Donny Tri Istiqomah melaporkan penyidik KPK AKBP Rossa Purbo Bekti ke Dewan Pengawas (Dewas) KPK. Rossa dilaporkan atas dugaan penggeledahan tanpa izin dan melakukan intimidasi saat pemeriksaan terhadap Donny.

“Hari ini kedatangan kami adalah untuk kedua kalinya melaporkan Saudara Rossa atas pelanggaran etik berat,” kata kuasa hukum Donny, Johannes Tobing, di gedung Dewas KPK, Jakarta Selatan, Selasa (9/7/2024).

“Kami mendapat informasi bahwa penggeledahan dan penyitaan itu tanpa tidak didasari ada surat, surat perintah, bahkan ini tidak ada izin dari ketua pengadilan untuk melakukan penggeledahan itu sebagaimana diatur oleh undang-undang,” sambungnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Johannes mengatakan Rossa juga melakukan intimidasi kepada Donny. Bahkan, kata dia, pemeriksaan itu dilakukan di depan keluarga Donny.

“Dalam pemeriksaan itu, ada intimidasi penekanan, bahkan ada pengancaman. Nah, jadi hal ini yang membuat dari sisi kemanusiaan ini yang membuat anak-anaknya Saudara Donny ini menjadi trauma,” ujarnya.


ADVERTISEMENT

Seharusnya, kata dia, pemeriksaan itu tidak dilakukan di depan keluarga Donny. Menurutnya, KPK seharusnya cukup mengirimkan surat panggilan kepada Donny jika memang perlu dilakukan pemeriksaan.

“Kirimkan saja surat, dipanggil Saudara Donny baik-baik untuk datang ke KPK untuk diperiksa kembali, tidak melakukan dengan cara-cara yang begitu,” ungkap dia.

Bahkan, kata dia, Rossa juga sempat melakukan pengancaman agar Donny mengakui hal-hal yang ditanyakan oleh penyidik. Johannes menilai upaya yang dilakukan Rossa merupakan gratifikasi hukum kepada Donny.

“Kami menyebut gratifikasi dengan begini, dipaksa nih Saudara Donny, Saudara Donny, udah-lah… ngaku aja, ngomong-nya sih begini, ‘Pak Donny, mengaku sajalah, jujur aja-lah, bicaralah apa adanya terkait pada perkara Harun Masiku ini’,” kata Johannes.

Sementara itu, kuasa hukum lainnya, Army Mulyanto, pun menjelaskan bentuk intimidasi itu. Army mengatakan Rossa sempat mengaitkan nama Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto saat memeriksa Donny.

“Sebenarnya lebih ke memastikan supaya Pak Donny ini bisa bekerja sama. Bahkan sampai Pak Rossa menyampaikan bahwa dia sudah tahu keberadaan Harun Masiku, masih ada di Jakarta,” kata Army di lokasi.

“Intinya, lebih melobi bagaimana kemudian Pak Donny ini yakin untuk bisa bekerja sama. Belasan kali disampaikan (gratifikasi hukum),” imbuhnya.

Sebagai informasi, penggeledahan itu disebutkan terjadi pada Rabu (3/7) sore. Penggeledahan terjadi selama 4 jam.

Sebanyak 16 orang mendatangi rumah Donny di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan. Penyidik disebutkan membawa sejumlah barang, salah satunya ponsel milik istri Donny.

(amw/dnu)

Terima kasih telah membaca artikel

Advokat PDIP Laporkan Penyidik Rossa ke Dewas KPK soal Intimidasi