Lakukan ‘Prank’, YouTuber Ditangkap Setelah Bagikan Sampah

Berita Nasional – Vlogger Ferdian Paleka telah ditangkap setelah memposting video YouTube tentang dia dan temannya. Ia melakukan hal yang menurutnya adalah sebuah “lelucon”, kepada seorang waria dengan memberi mereka sumbangan makanan pokok palsu. Dalam bentuk kotak-kotak yang berisi sampah. Sang Youtuber ditangkap kemudian oleh polisi Jawa Barat di jalan tol Tangerang-Merak, pada hari Jumat.

Video Ferdian telah meresahkan masyarakat. Juru Bicara Kepolisian Daerah Jawa Barat, Kombes Saptono Erlangga mengatakan bahwa setelah perburuan empat hari dan memantau ayah Ferdian, polisi mengetahui bahwa ayahnya berencana untuk menjemput Ferdian dan teman sejawatnya, yang diidentifikasi hanya sebagai A, di Pelabuhan Merak di Banten, setelah kembali dari tempat persembunyiannya di Palembang, Sumatra Selatan.

“Ayahnya, H, dan pamannya, J, menjemput mereka di pelabuhan. Kami kemudian mengikuti mereka dan berhasil menangkap mereka di jalan tol, ”kata Saptono seperti dikutip oleh Kompas. Dia menambahkan bahwa polisi juga akan menanyai ayah dan paman Ferdian.

YouTuber Ditangkap Setelah Bagikan Paket Berisi Sampah

Pekan lalu, Youtuber itu mengunggah video di mana ia dan temannya, Tubagus Fahddinar mengklaim mereka akan membagikan paket bantuan. Paket ini diberikan dalam bentuk kotak mie instan, yang sebenarnya berisi batu bata dan sampah untuk para waria.

“Kami ingin mensurvei apakah ‘bencong’ ada di jalanan di bulan puasa ini. Jika kami menjumpainya, kami akan memberi mereka paket. Tetapi jika mereka tidak ada, itu berarti kota itu aman dari mereka,” kata Ferdian dalam video.

Video itu muncul untuk menunjukkan Ferdian dan temannya menyerahkan sumbangan palsu sambil menertawakan beberapa waria yang mereka temui di jalanan.

Banyak penonton, termasuk aktivis hak-hak lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT), turun ke media sosial untuk mengungkapkan kemarahan mereka. Menyerukan kepada publik untuk melaporkan video Ferdian ke YouTube. Beberapa pengguna internet juga mengatakan bahwa Ferdian sebelumnya memposting video dengan konten yang merendahkan wanita dan pekerja seks.

YouTube telah menghapus video tersebut karena melanggar kebijakan YouTube tentang pelecehan dan intimidasi. Namun, Ferdian tampaknya tidak menyatakan penyesalan karena “lelucon” berikutnya adalah mengunggah permintaan maaf palsu dalam cerita Instagram-nya. Dia bahkan bercanda menulis bahwa dia akan menyerahkan diri jika dia mendapat 30.000 pengikut lebih dulu.

Terima kasih telah membaca artikel

Lakukan ‘Prank’, YouTuber Ditangkap Setelah Bagikan Sampah