Wabup Pasuruan Minta Pengambilan Paksa Jenazah COVID-19 Tak Terjadi Lagi

Pasuruan

Wakil Bupati Pasuruan KH A Mujib Imron menyayangkan pengambilan paksa jenazah probable COVID-19 dari rumah sakit yang dilakukan warganya. Ia berharap kejadian tersebut tidak terulang lagi.

“Kami sangat prihatin, sangat menyayangkan kepada warga kami dari Nguling. Mestinya harus komunikasi lebih dulu dengan petugas yang ada di rumah sakit. Ini jangan sampai terulang kembali,” kata Gus Mujib, sapaan Wabup Pasuruan, Minggu (26/7/2020).

Gus Mujib berharap warganya memahami dan menyadari kondisi di masa pandemi COVID-19. Ia berharap warga mematuhi peraturan pemerintah, termasuk protokol tetap penanganan jenazah.

“Karena aturan masa pandemi seperti ini sangat riskan. Dan ini takut dijadikan alasan-alasan. Kami sangat berharap kepada masyarakat Pasuruan utamanya Kabupaten Pasuruan, ada apapun mari kita komunikasi. Pak bupati membuka kran-kran itu. Bahkan pak bupati dan Forkompimda selama ini terus melakukan edukasi sosialisasi,” terangnya.

Gus Mujib menegaskan pihaknya akan semakin memperbanyak edukasi dan sosialisi ke masyarakat. Ulama dan organisasi kemasyarakatan akan dilibatkan.

“Bersama organisasi kemasyarakatan kami bersepakat untuk memperbanyak turun ke tingkat kecamatan. Ini sebenarnya sudah kita lakukan kesekian kali sebelumnya,” pungkasnya.

Ratusan warga Desa Kedawang, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan mengambil paksa jenazah probable COVID-19 dari RSUD dr R Soedarsono Kota Pasuruan. Jenazah warga berinisial MA (44) ini lalu dibawa pulang dengan mobil pikap. Hasil rapid test pasien reaktif. Pasien meninggal sebelum sempat diambil swab untuk diuji.

Peristiwa tersebut yang kedua dalam 10 hari terakhir. Sebelumnya warga Desa Rowogempol, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, merebut peti jenazah AR (29) dari petugas saat akan dikuburkan di tempat pemakaman umum (TPU) setempat, Kamis (16/7). Warga membongkar peti, mengeluarkan jenazah kemudian memakamkannya. Saat meninggal, jenazah probable COVID-19, namun beberapa jam setelah dikuburkan swab tes keluar dan dinyatakan terkonfirmasi COVID-19.

(iwd/iwd)

Terima kasih telah membaca artikel

Wabup Pasuruan Minta Pengambilan Paksa Jenazah COVID-19 Tak Terjadi Lagi