Tiang Girder Proyek Tol Becakayu Roboh!, Berikut Identitas Para Korban

Tiang girder proyek Tol Becakayu di dekat Gerbang Tol Kebon Nanas, Jakarta Timur, ambruk. Akibat kejadian itu, sejumlah orang mengalami luka parah dan kondisinya kritis.

“Ada beberapa korban pekerja yang kritis karena Tiang Girder ambruk dekat Gardu Tol Kebon Nanas Jl DI. Panjaitan, Jaktim dievakuasi ke RS UKI,” ujar petugas TMC Polda Metro Jaya, Brigadir Harun, Selasa (20/2/2018).

Harun mengatakan, kejadian tersebut berlangsung pukul 04.45 WIB. Belum diketahui penyebab tiang girder itu ambruk.

Lihat juga: Narkotika Menjerat Keluarga Elvy Sukaesih



“Masih dalam penanganan petugas saat ini,” ujarnya.

Harus menambahkan, saat ini di lokasi tersebut telah dipasang police line. Kegiatan pekerjaan di lokasi itu juga dihentikan.

“Sudah dipasang police line, petugas masih ada di lokasi,” ucapnya.

Sebanyak tujuh orang mengalami luka dengan kondisi bervariasi akibat tiang girder proyek tol Becakayu roboh. Ini dia identitas para korban.

Berikut adalah identitas para korban berdasarkan data yang disampaikan Sekertaris Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur Sarjono, Kamis (20/2/2018):

Data Korban di RS UKI (6 orang):

1. Supri
Tempat tanggal lahir (Ttl) : Kendal 31 Desember 1971
Alamat : dsn. Pomahan desa kali putih rt. 004/007 kel. Kali putih kec. Singorejo jawa tengah
Dx: Fraktur antebrachii dextra dan luka terbuka regio capitis

2. Kirpan
Ttl : banyumas 16 juli 1981
Alamat : dsn. Dadapan rt. 002/004 kel. Singorojo Kec. Singorojo Jawa Tengah.
Dx: Trauma tumpul thorax

3. Sarmin
Ttl : kendal 10 meret 1972
Alamat : dsn. Pomahan Desa Kaliputih rt. 004/007 Kel. Kali putih kec. Singorejo Jawa Tengah
Dx: Luka memar

4. Rusman
Ttl : Sukabumi 11 November 1982
Alamat : kp. Bumisari rt. 005/002 kel. Wanajaya kec. Cisolok Jawa Barat
Dx: Luka memar

5. Joni Arisman
Ttl : Sukabumi 01 Januari 1978
Alamat : kp. Cimutir rt. 005/004 kel. Cikelat kec. Cisolok Jawa Barat
Dx: Fraktur pedis dextra

6. Agus (27 tahun)
Dx: Luka memar panggul dan bahu kanan.

Status korban: Rawat Inap

Korban di RS POLRI

1. Waldi 41 th
Alamat: Kendal
Dx: Susp. Fraktur os Nasal

Kecelakaan konstruksi berulang kali terjadi di proyek-proyek yang dikerjakan PT Waskita Karya Tbk (WSKT). Dalam catatan detikFinance, BUMN konstruksi yang telah berdiri sejak 1961 tersebut setidaknya sudah lebih dari lima kali mengalami kecelakaan konstruksi pada proyek-proyeknya.

Anehnya, kecelakaan konstruksi yang terjadi kejadian dalam rentang waktu yang tidak lama alias singkat. Untuk proyek jalan tol saja, jika dihitung sejak proyek tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) pada tanggal 22 September 2017 lalu, Waskuta telah melakukan kecelakaan konstruksi sebanyak lima kali untuk pekerjaan proyek jalan tol.

Yang paling terbaru, pagi tadi tiang girder proyek Tol Becakayu di Jakarta Timur ambruk dan mengakibatkan tujuh orang luka parah.

Simak lima proyek tol milik Waskita Karya yang mengalami kecelakaan konstruksi berikut:

tol Bocimi

Pada hari Minggu, tanggal 22 September 2017, pukul 17.30 WIB, badan jembatan tol Bocimi yang tengah dibangun runtuh dan mengakibatkan satu pekerja bangunan tewas akibat tertimpa runtuhan cor beton badan jembatan tersebut. Sedangkan eberapa korban lainnya mengalami luka parah.

Kala itu, para pekerja proyek sedang memasang jembatan penyeberangan orang dari beton berukuran sekitar 1,5×50 meter. Lalu badan jembatan berupa cor beton runtuh dan meniban tiga orang di bawahnya.

Penyebab runtuhnya jembatan diduga karena pada saat pelepasan selink crane, penguncinya belum sepenuhnya terpasang sehingga badan jembatan terjatuh dan menimpa tiga pekerja yang ada di bawah.

tol Pasuruan-Probolinggo

Insiden kecelakaan proyek tol yang dikerjakan Waskita Karya selanjutnya adalah girder atau jembatan beton di proyek tol Pasuruan-Probolinggo, di Desa Cukurgondang, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Konstruksi yang roboh lagi-lagi pada jembatan overpass yang terjadi pada hari Minggu, 29 Oktober 2017 sekitar pukul 09.30 WIB.

Kejadian tersebut berawal dari pengerjaan pemasangan tiga girder sepanjang 50,8 meter, yang dilakukan dengan dua crane yang masing-masingnya berkapasitas 150 ton.

Pada saat dilanjutkan dengan pemasangan girder keempat, ketika girder berada pada posisi bearing pad dan akan direkatkan, girder tersebut tiba-tiba goyang karena mengenai tiga girder yang sudah terpasang. Akibatnya girder tersebut jatuh.

Insiden ini menimbulkan korban seorang meninggal dunia, sedangkan dua pekerja terluka.

Tol Pemalang-Batang

Kejadian selanjutnya terjadi pada hari Sabtu, tanggal 30 Desember 2017. Kontruksi girder proyek Pembangunan Jalan Tol Pemalang-Batang ambruk.

Saat itu salah satu girder yang sudah berhasil ditaruh di atas bearing pad gagal bersandar ketika ditaruh di sisi lainnya. Alhasil beton girder jatuh. Namun tak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

Tol Desari

Kejadian ambruknya proyek tol yang dikerjakan oleh Waskita Karya terjadi pada Selasa, 2 Januari 2018. Lokasi kejadian berada di tol Depok-Antasari (Desari), di mana saat itu girder yang sudah terpasang terguling akibat benturan alat berat yang beroperasi di dekat jembatan tersebut.

Tidak ada korban jiwa ataupun luka akibat kejadian tersebut.

Tiang Girder Proyek Tol Becakayu Roboh

Kecelakaan konstruksi pamungkas yang dilakukan Waskita Karya terjadi pada tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu). Tiang pancang tol Bekayu ambruk di Jalan DI Panjaitan, Jakarta Timur, sekitar pukul 03.00 WIB dini hari.

Diduga, tiang tersebut roboh ketika pekerja tengah melakukan pengecoran di atas. Tiang pancang tersebut tidak kuat menahan beban kemudian ambruk dan menimpa pekerja di bawahnya dan membuat pekerja yang di atas terjatuh.

Korban luka akibat tiang girder proyek tol Becakayu yang ambruk sejauh ini tercatat sebanyak 7 orang dan mengalami luka yang cukup kritis.

 

Komentar Anda
%d blogger menyukai ini: