Tarawih Masih Diadakan di Beberapa Wilayah Di Indonesia

Informasi Menarik – Sekitar seribu pria dan wanita memenuhi masjid ikonis Baiturrahman di provinsi paling barat Indonesia di Indonesia di tengah pandemi COVID-19. Tarawih masih diadakan selama bulan puasa suci Ramadhan. Beberapa jemaat mengenakan masker saat membaca doa-doa Tarawih. Yang lain tidak repot-repot menutupi mulut dan hidung mereka.

Pemerintah Indonesia telah berulang kali mengatakan bahwa doa massal tidak boleh diadakan selama pandemi COVID-19 yang mematikan. Namun peringatan yang dikeluarkan tetap tidak menghentikan mereka untuk berbondong-bondong ke masjid-masjid di Aceh.

“Kami masih mengadakan sholat massal di sini karena antusiasme para jemaat,” kepala teknis masjid Baiturrahman di Banda Aceh, Ridwan Johan mengatakan. “Tetapi kami mematuhi protokol kesehatan yang diberikan oleh pemerintah dan Dewan Ulama Aceh,” tambah Johan.

Ini termasuk menyediakan sanitiser tangan, mendesak orang untuk memakai masker dan menjaga jarak antara para jemaat. Masjid Baiturrahman, yang selamat dari tsunami mematikan tahun 2004 yang secara resmi merenggut 170.000 nyawa di Aceh, bukan satu-satunya masjid yang menyelenggarakan sholat Tarawih atau sholat massal lainnya seperti shalat Jumat.



Tarawih Masih Diadakan, Tanpa Batasan Sosial Skala Besar

Indonesia adalah negara mayoritas Muslim terbesar di dunia. Di mana sekitar 90 persen dari 260 juta penduduknya adalah Muslim. Aceh merupakan satu-satunya provinsi yang menerapkan hukum Syariah. Ini juga memiliki otonomi khusus yang diberikan oleh pemerintah pusat sebelumnya, untuk mengakhiri pemberontakan untuk kemerdekaan.

Sejak Indonesia melaporkan kasus COVID-19 pertamanya pada awal Maret, Presiden Joko Widodo telah berulang kali mengimbau orang untuk bekerja, belajar dan berdoa dari rumah. Pada akhir Maret, ia mengambil sikap lebih keras dan mengumumkan bahwa pemerintah daerah dapat membuat peraturan tentang jarak fisik untuk mengandung COVID-19. Dengan menerapkan langkah-langkah yang lebih ketat yang dikenal sebagai pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Penguncian sebagian dapat dilaksanakan di daerah yang memenuhi persyaratan peraturan sosial berskala besar seperti memiliki kasus COVID-19 yang signifikan, asalkan kepala daerah mengajukan permohonan dan disetujui oleh menteri kesehatan.

Sumber: www.channelnewsasia.com