Apa Penyebab Purnawirawan TNI Tewas Dikeroyok Massa

Setelah menjadi purnawirawan TNI seharusnya mendapatkan penghargaan dari masyarakat karena sudah mengabdi kepada negara dalam waktu yang lama. Namun, hal tersebut tidak didapatkan oleh Paharuddin seorang punawirawan TNI yang tewas karena dikeroyok massa. Alih-alih mendapatkan penghargaan, Ia malah menjadi korban dari aksi main hakim sendiri yang dilakukan oleh masyarakat di Kabupaten Pinrang. Apakah yang menjadi penyebab purnawirawan TNI tewas dikeroyok massa?

Main Hakim Sendiri Purnawirawan TNI Tewas Dikeroyok Massa

Peristiwa ini terjadi di Lappa-Lappae tepatnya di Kecamatan Suppa yang terletak di Sulawesi Selatan. Pada hari Selasa yaitu tanggal 31 Oktober 2017, Paharuddin sempat singgah di musala yang berada di Soreang di sebuah SPBU. Naasnya Paharuddin sempat diteriaki sebagai maling padahal dirinya hanya ingin memindahkan tas yang berada di musala tersebut. Mendengar teriakan salah satu warga, massa yang sedang beritikaf di musala pun bertindak. Mereka langsung memukuli Paharuddin bahkan mengikat kedua tangan serta kaki korban. Penganiayaan tersebut berlangsung cukup lama dan pada waktu polisi sudah sampai ke tempat kejadian, ternyata korban sudah kehilangan nyawanya. Akhirnya purnawirawan TNI tewas dikeroyok massa yang main hakim sendiri.

Baca juga: 7 Artis Hollywood Yang Punya Jumlah Haters Terbanyak, Apa Penyebabnya?

Seorang Purnawirawan TNI yang Dikenal Baik oleh Masyarakat

Selama hidupnya Paharuddin dikenal sebagai orang yang baik oleh masyarakat. Bahkan Ia pernah memegang jabatan sebagai Babinsa saat bertugas di Koramil 1404-01. Salah satu warga Suppa yang merupakan tempat kejadian perkara juga mengatakan bahwa tidak mungkin Paharuddin menjadi seorang pencuri.

Keponakan korban yang bernama Rani mengatakan bahwa pamannya tersebut hanya ingin singgah sebentar di musala. Pada saat itulah korban berniat untuk memindahkan tas yang ada di musala tersebut. Tetapi sial korban malah diteriaki sebagai maling sehingga akhirnya dikeroyok oleh belasan orang yang merupakan jamaah tabliq. Terjadilah purnawirawan TNI tewas dikeroyok massa yang main hakim tersebut.

Kasus Main Hakim Sendiri Ditangani oleh Polres Parepare

Saat ini kasus pengeroyokan yang dilakukan pada Paharuddin oleh jamaah tabliq yang berada di musala SPBU Suppa sudah ditangani oleh Polres Parepare. Memang sebelum kejadian kali ini, ada kejadian lain dimana tas jamaah yang dicuri serta diketahui oleh jamaah yang lain. Mungkin inilah yang menjadi pemicu warga untuk meneriaki Paharuddin sebagai maling pada saat Ia sedang akan memindahkan tas jamaah yang ada di musala.

Yang perlu disayangkan adalah sikap jamaah musala Suppa yang main hakim sendiri meskipun sudah memanggil polisi ke TKP. Tidak hanya sempat dipukuli oleh belasan orang tetapi Paharuddin juga ditangkap dan diikat. Saat ditemukan kondisi Paharuddin benar-benar mengenaskan. Seluruh wajah dari korban tersebut penuh dengan luka yang berdarah dan lebam.

Saat ini ada sekitar 12 jamaah musala Suppa yang sudah diamankan oleh petugas dan dibawa ke Mapolres Parepare. Ke-12 jamaah tersebut adalah AW (16 tahun), NA (17 tahun), AR (19 tahun), AR (20 tahun), MA (24 tahun), AH (25 tahun), HW (29 tahun), AA (32 tahun), MD (40 tahun), MM (43 tahun),  serta NR (48 tahun).

Kejadian ini merupakan kejadian yang sangat mengenaskan dan seharusnya tidak perlu terjadi. Jika para jamaah musala Suppa dapat bersabar sampai polisi tiba di tempat TKP dan tidak main hakim sendiri maka Paharuddin tidak perlu kehilangan nyawanya. Padahal Paharuddin sendiri merupakan orang yang sudah sangat berjasa bagi negara. Tetapi akhirnya purnawirawan TNI tewas dikeroyok massa yang main hakim sendiri.

Terima kasih telah membaca artikel

Apa Penyebab Purnawirawan TNI Tewas Dikeroyok Massa