Ternyata Ini Alasan Polri Tolak Motor Lewat Thamrin

Selama ini jalan Thamrin dikenal sebagai jalan yang selalu macet, karena itulah ada larangan agar motor tidak boleh melintas di jam-jam tertentu di sini. Larangan tersebut sudah diterapkan sejak masa jabatan gubernur DKI terdahulu. Namun baru-baru ini muncul isu baru karena pihak polri tolak motor lewat Thamrin setelah rencana baru yang dikemukakan oleh Anies Sandi. Tentunya isu ini penuh dengan beberapa kontroversi, banyak yang setuju, namun banyak juga yang tidak setuju. Sebelum memutuskan berpihak ke mana, lebih baik kita lihat terlebih dahulu alasan kenapa pihal polri menolak rencana motor untuk lewat Thamrin yang dibuat oleh Anies Sandi.

Peraturan Lama yang Coba Diubah Oleh Anies Sandi

Seperti diketahui, DKI Jakarta baru saja memiliki gubernur baru yaitu Anies bersama dengan wakilnya yaitu Sandi. Sebagai gubernur baru tentu saja Anies berhak mengeluarkan beberapa kebijakan baru meskipun harus mengubah beberapa peraturan yang sudah lama berjalan. Salah satunya adalah kebijakan baru untuk jalan Thamrin ini.

Sebelumnya di tahun 2015 dikeluarkan peraturan untuk melarang motor lewat Thamrin oleh gubernur yang terdahulu. Pada peraturan ini diberikan batasan bahwa motor tidak boleh melewati jalan tersebut mulai dari jam 6 pagi sampai jam 11 malam. Dengan peraturan ini berarti pengendara yang menaiki sepeda motor hanya boleh melewati jalan dari Thamrin dan Sudirman setelah jam 11 malam sampai jam 5 pagi saja.

Baca Juga: Wanita Meninggal Dengan Tersenyum Padahal Kisah Hidupnya Menyedihkan

Kebijakan Baru Agar Tidak Diskriminatif Lagi

Saat ini ada wacana baru yang dikemukakan oleh Anies Sandi sebagai pihak yang menjabat di DKI saat ini. Pada wacana tersebut dikemukakan rencara untuk menghilangkan peraturan lama yang melarang motor lewat Thamrin oleh gubernur yang terdahulu. Alasannya agar tidak ada peraturan yang diskriminatif lagi. Apalagi peraturan tersebut hanya melarang sepeda motor untuk melintasi jalan tersebut namun jenis kendaraan lainnya boleh melintas. Peraturan ini dianggap diskriminatif oleh Anies Sandi karena itulah mereka berencana untuk menghapuskan peraturan tersebut. namun pihak kebijakan baru tersebut memicu polri tolak motor lewat Thamrin.

Inilah Alasan Polri Tolak Motor Lewat Thamrin

Dikemukakan oleh juru bicara Kakorlantas Polri yaitu Irjen Lumowa, mereka tidak sependapat dengan wacana yang dikemukan oleh gubernur baru DKI tersebut. Alasannya adalah sebelum mengeluarkan kebijakan tersebut seharusnya juga diimbangi melalui ditambahnya jumlah alat transportasi massal. Dengan demikian akan lebih dapat mengurangi kemacetan di DKI.

Menurut Irjen Lumowa, kebijakan yang melarang sepeda motor untuk lewat Thamrin tersebut dibuat agar mengurangi kemacetan. Karena itulah angkutan umum seharusnya lebih diutamakan serta dibuat semakin besar lagi.

Irjen Lumowa pun belum mengetahui alasan pasti kenapa Anies Sandi berencana mengubah peraturan tersebut. Ia pun menyampaikan bahwa sesungguhnya Jakarta itu lebih membutuhkan model transportasi massal dibandingkan dengan kendaraan pribadi.

Kebijakan Lama yang Mengurangi Kemacetan

Sebenarnya kebijakan lama yang dikeluarkan oleh gubernur terdahulu dimaksudkan untuk mengurangi kemacetan serta polusi. Diharapkan dengan adanya peraturan tersebut, maka orang-orang akan beralih untuk lebih menggunakan transportasi massal dibandingkan kendaraan pribadi seperti motor. Selain itu kendaraan pribadi lainnya yang melintasi jalan protocol tersebut juga dikenakan biaya dengan adanya peraturan ERP.

Namun tampaknya gubernur baru DKI Anies Sandi tidak sependapat dengan peraturan yang dianggap diskriminatif tersebut. Sehingga peraturan tersebut rencananya akan segera diubah agar tidak ada diskriminasi lagi pada mereka yang mengendarai motor. Namun ini juga memicu polri tolak motor lewat Thamrin.

Terima kasih telah membaca artikel

Ternyata Ini Alasan Polri Tolak Motor Lewat Thamrin