Peredaran Uang Palsu Kembali Meresahkan Masyarakat

Beragam Bacaan Asik – Peredaran uang palsu kembali meresahkan masyarakat. Kali ini, 3 pengedar uang palsu tersebut diringkus di sebuah kontrakan di Kelurahan Katulampa, Bogor. Dari tangan para tersangka, polisi menyita uang palsu sebanyak Rp 6 miliar dalam pecahan 100ribu rupiah sebagai barang bukti.

Kapolresta Kota Bogor, Kombes Ulung Sampurna Jaya menyatakan, ke-3 tersangka tersebut ditangkap setelah pihak Polsek Bogor Timur mendapatkan laporan warga terkait dugaan tentang adanyab praktik peredaran uang palsu di wilayah Bogor Timur.

“Kami melakukan penyelidikan, sampai akhirnya tadi pagi ada anggota yang melakukan penangkapan ketiga tersangka itu di rumah kontrakan di Bogor Timur. Dari rumah kontrakan itu ditemukan uang palsu sebanyak Rp 6 miliar,” ujar Kombes Ulung di Polsek Bogor Timur, Selasa, 27 Maret 2018.

Ketiga orang yang diamankan itu yakni Masimilianus Jasri Abrur ((36) asal Flores, Candra (55) asal Blitar, dan Yornes Sanitado (31) asal Flores.



Lihat juga: Kekuatan Kesebelasan Germany Di Piala Dunia 2018

“Ketika penggrebekan sebenarnya ada 5 orang yang diamankan, namun sementara 2 orang lainnya masih berstatus sebagai saksi. Jadi yang baru ditetapkan jadi tersangka ya baru 3 orang ini,” kata Ulung.

Kepada polisi, ketiga orang itu mengaku mendapat uang palsu sebanyak 6M Rupiah dari seseorang yang kini masih dikejar polisi. Uang palsu senilai Rp 1 miliar dibeli tersangka dengan uang benaran seharga 750 juta rupiah.

“Lalu selanjutnya pelaku menjual lagi uang itu dengan perbandingan Rp 1 miliar uang asli dibarter dengan Rp 3 miliar uang palsu,” tambahnya.

Ulung mengatakan, uang palsu sebanyak Rp 6M itu didatangkan dari luar Bogor dan rencananya akan di nego kembali kepada seseorang didaerah Tangerang Selatan.

“Kita masih menyelidiki kasus ini, pelaku masih akan dimintai keterangannya. Pertanyaan soal di mana uang palsu ini dibuat, ke mana saja di distribusikannya, dan kepada siapa saja jaringannya,” kata Ulung.

Komisi III DPR mendesak Polri dan Kejagung membentuk satgas dan tim investigasi untuk menguak kasus uang palsu. Anggota dewan menilai pembentukan satgas ini penting soalnya peredaran uang palsu masih marak terjadi hingga waktu sekarang ini.

“Peredaran uang palsu amat meresahkan. Untuk masyarakat kurang mampu, bisa mengganggu perekonomian mereka banget bila kena jadi korban,” kata anggota Komisi III DPR dari F-NasDem, Ahmad Sahroni kepada wartawan. Jumat, 30 Maret 2018.

Sahroni memperingatkan akan potensi peredaran uang palsu ketika Pilkada serentak 2018 nanti. Ia mengkhawatirkan kerentanan politik uang yang akan dimanfaatkan sindikat penyebar uang palsu tersebut.

Peredaran Uang Palsu Kembali Meresahkan Masyarakat

“Ini mesti diberikan perhatian serius, bukan tidak mungkin bila sindikat uang palsu itu menyelinap ke momentum Pilkada dan Pileg-Pilpres serentak. Polri serta Kejaksaan harus mengambil langkah antisipasi sejak dini dengan membentuk Satgas dan Satuan Investigasi,” ujarnya.

Kejahatan penyebaran uang palsu kembali terungkap di Bogor dan Surabaya. Di Kota Bogor, polisi menangkap 3 pengedar uang palsu serta menyita total Rp 6 miliar dalam pecahan uang kertas Rp 100 ribu.

Sementara di Kota Surabaya, polisi memutuskan 11 orang jadi tersangka peredaran uang palsu. Polisi mengamankan 916 uang palsu pecahan Rp 100 ribu, jug 28 lembar uang palsu dolar Singapura pecahan SGD 10.000 dari tangan tersangka.

Komentar Anda
%d blogger menyukai ini: