Pengungkapan Kasus Penyiraman Air Keras Ke Novel Baswedan

Informasi Menarik – Terkait kasus penyerangan penyiraman air keras yang dialami oleh penyidik KPK Novel Baswedan, memang masih menimbulkan tanda tanya hingga saat ini. Proses penyidikan terus berlangsung untuk mencari pelaku yang telah melakukan penyerangan dan penyiraman air keras pada Novel Baswedan. Namun memang seperti yang kita ketahui, proses tersebut tidaklah mudah karena berbagai kendala yang ada dan minimnya saksi mata pada saat itu.

Pemeriksaan Untuk Novel Baswedan Lagi

Dari pihak Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Nico Afinta memang meminta Novel Baswedan untuk mau melakukan pemeriksaan lagi terkait kejadian penyerangan yang dialaminya dan hasil pemeriksaan tersebut akan digunakan sebagai Berita Acara Pemeriksaan atau BAP.

Lihat juga: tumblr diblokir



Pihak kepolisian berharap bahwa berbagai hal yang disampaikan oleh Novel Baswedan ke media juga disampaikan secara langsung ke pihak kepolisian saat menjalani pemeriksaan nantinya. Termasuk terkait dengan rekaman CCTV yang pernah disampaikan Novel pada salah satu stasiun tv swasta. CCTV tersebut adalah milik pemerintah DKI Jakarta yang sebenarnya digunakan untuk memantau banjir.

Waktu kejadian penyerangan yang terjadi pada 11 April 2017 memang dilakukan setelah shalat subuh dengan penyiraman air keras pada Novel Baswedan. Ternyata menurut pihak Novel, ada salah satu CCTV yang merekam kejadian tersebut dan menangkap dua orang pelaku yang menggunakan motor.

Setelah kejadian memang kondisi Novel Baswedan yang bagian mata kirinya rusak agak sedikit terganggu. Pada saat menjalani masa pengobatan di Singapura memang pihak kepolisian sudah meminta keterangan dan dibuat BAP. Namun polisi juga berharap bahwa setelah kondisinya sudah lebih membaik, Novel Baswedan mau melakukan pemeriksaan secara lebih mendalam lagi terkait kejadian tersebut agar lebih memudahkan proses penyidikan selanjutnya.

Sinyal Pembentukan TGPF Untuk Kasus Novel Baswedan

Sudah hampir setahun kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan terus bergulir dan diselidiki. Namun belum ada titik terang yang menunjukkan siapa pelaku sebenarnya dalam kasus tersebut. Presiden Joko Widodo juga sudah mulai memberikan sinyal akan dibentuknya Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF). TGPF ini bertujuan untuk mendalami penyelidikan kasus penyiraman Novel Baswedan ini.

Menurut juru bicara kepresidenan, Presiden Joko Widodo akan segera memanggil Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian dan menagih perkembangan kasusnya sebelum memutuskan untuk membentuk TGPF.

Juru Bicara Kepresidenan, Johan Budi juga menyampaikan bahwa Presiden Joko Widodo meminta Jenderal Tito Karnavian untuk tidak hanya fokus mencari pelaku penyerangan. Tetapi juga sampai ke pelaku utama yang merancang kejahatan tersebut terjadi.

Sementara pihak juru bicara Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Argo Yuwono. Menyampaikan bahwa pihaknya masih sanggup untuk menyelesaikan kasus terkait penyerangan terhadap Novel Baswedan ini. Dan pihak kepolisian sedang bekerja keras untuk bisa mengumpulkan berbagai informasi. Dimana info tersebut nantinya bisa dijadikan sebagai bukti dan petunjuk tentang pelaku penyerangan.

Pengungkapan Kasus Penyiraman Air Keras Ke Novel Baswedan

Pihak Novel Baswedan sudah mengkonfirmasi bahwa dirinya siap melakukan pemeriksaan tambahan yang dibutuhkan sesuai operasi besar tahap dua. Yang rencananya akan dijalankan akhir Maret ini. Namun secara pribadi pihaknya sedikit ragu bila pihak kepolisian bisa menuntaskan kasus ini. Karena sebenarnya sudah tidak banyak informasi yang bisa digali dari Novel Baswedan.

Dan menurut kuasa hukumnya, Haris Azhar. Informasi dan bukti penyerangan yang sudah dipegang oleh polisi sebenarnya cukup untuk menemukan tersangka penyerangan. Hanya, masih saja ada tuduhan bahwa pihak Novel Baswedan tidak kooperatif dalam memberikan informasi yang dibutuhkan.

Komentar Anda
%d blogger menyukai ini: