Pemkot Tracing Kontak Keluarga Positif Corona di Bogor, 20 Suspek di RS Islam

Jakarta

Pemerintah Kota Bogor bergerak cepat melakukan tracing kontak erat terkait sekeluarga di Kota Bogor yang dinyatakan positif COVID-19 di mana dua di antaranya, ayah dan anak, meninggal dunia. Pihak Pemkot Bogor pun menyebut salah anak keluarga tersebut sempat dirawat di Rumah Sakit Islam tanpa kabar tertular Corona.

“Iya jadi Tim Surveillance Dinkes dan Tim Deteksi Aktif COVID-19 sedang memetakan kontak erat dari seluruh keluarga tersebut,” kata Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim saat dihubungi, Jumat (24/7/2020).

Dedie mengungkap hasil sementara tracing menunjukkan salah satu di antara dua orang yang meninggal di keluarga tersebut pernah dirawat di RS Islam Bogor tanpa informasi tertular Corona. Karena itu, saat ini sebanyak 20 orang di rumah sakit tersebut berstatus kasus suspek dan wajib melakukan swab test.

“Untuk sementara, karena salah satunya pernah dirawat di RS Islam Bogor namun tidak memberikan informasi yang cukup tentang riwayat kontak sebelumnya mengakibatkan ada lebih dari 20 orang yang berada di lingkungan RS harus dinyatakan ODP (suspek) dan ditest swab,” ujarnya.

Kemudian Dedie juga meminta seluruh masyarakat yang ada di sekitar rumah keluarga tersebut untuk melaporkan jika pernah melakukan kontak erat. Mereka juga diminta untuk isolasi mandiri.

“Sementara itu untuk warga yang tinggal di sekitar rumah keluarga tersebut dihimbau untuk melaporkan bila pernah kontak erat dalam 14 hari terakhir,” ucapnya.

Dedie mengimbau bagi masyarakat Bogor yang melakukan perjalan ke luar kota dengan multi moda transportasi umum untuk selalu menjaga diri dan mematuhi protokol kesehatan.

“Kami mengimbau kepada semua pihak untuk berhati-hati dan memperhatikan protokol Covid-19 secara ketat,” imbuhnya.

Seperti diketahui, satu keluarga asal Kota Bogor positif terinfeksi COVID-19 dan dua orang meninggal dunia. Dedie A Rachim mengungkap kondisi terkini anggota keluarga lainnya.

“(Anggota keluarga lainnya) masih ada isolasi mandiri maupun isolasi di rumah sakit (RS),” kata Dedie saat dihubungi, Jumat (24/7/2020).

Enam orang yang positif Corona itu adalah ayah, ibu, anak, menantu, dan dua orang cucu. Dua orang yang meninggal adalah ayah dan anak.

“Yang meninggal itu anak (ayah) ya. Ayah sama anaknya (meninggal karena COVID-19),” ujarnya.

(maa/idn)

Terima kasih telah membaca artikel

Pemkot Tracing Kontak Keluarga Positif Corona di Bogor, 20 Suspek di RS Islam