Mie Mengandung Babi dari Korea Dicabut Ijin Edarnya

Mie Mengandung Babi dari Korea Dicabut Ijin Edarnya

Mie mengandung babi sedang menjadi perbincangan hangat. Mayoritas masyarakat Indonesia adalah muslim sehingga mie mengandung babi tidak boleh dimakan karena tidak halal. Belum lama ini Badan POM RI mencabut izin edar mie instan dari Korea Selatan karena dinyatakan positif terdapat kandungan babi di dalamnya.

Mie Mengandung Babi
Mie Mengandung Babi

Produk mie instan tersebut terdiri dari Mie Samyang U-dong, Mie Samyang Kimchi, Mie Nongshim Shin Ramyun Black, dan Mi Ottogi Yeul Ramen.

Keempat mie instan tersebut awalnya mengantongi ijin edar dari Badan POM RI dnegan nomor ML 231509497014, ML 231509052014, ML 231509448014, dan ML 231509284014. Mie tersebut merupakan beberapa mie yang lagi hits di pasaran, terutama di kalangan penggemar korea.



Beragam budaya korea sudah merambah di Indonesia, mulai dari musik, drama, hingga makanan termasuk keempat jenis mie instan yang sudah disebutkan di atas.

Berdasarkan ketentuan yang dimuat dalam peraturan Badan POM, makanan yang mengandung babi harus menuliskan “mengandung babi” dan gambar babi dalam kemasan produk tersebut. Namun, PT Koin Bumi selaku pengimpor mie instan ini tidak mencantumkan tulisan maupun logo babi dalam kemasan mie tersebut.





Fadli Zon selaku Wakil Ketua DPR RI menyatakan bahwa kelalaian ini tidak hanya dari pihak importir tetapi juga dari instansi pemerintah yang bertugas mengawasi peredaran makanan di Indonesia yaitu Badan POM RI. Fadli pun menyayangkan kelalaian ini sehingga membuat masyarakat menjadi korban makanan yang tidak halal.

Alangkah lebih baik jika Badan POM RI kedepannya lebih jeli dalam mengeluarkan ijin edar suatu produk sehingga kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Walaupun demikian, Badan POM RI dinilai cukup tegas karena berani menarik ijin edar mie instan tersebut.

Hal ini diungkapkan oleh Saleh Partaonan Daulay sebagai wakil ketua komisi IX DPR RI yang mendukung langkah Badan POM RI tersebut.

MIE MENGANDUNG BABI

Berikut ini adalah beberapa cara yang dapat dilakukan oleh konsumen untuk memastikan kehalalan suatu produk yang akan dibelinya, khususnya untuk memastikan apakah mie tersebut merupakan mie mengandung babi atau tidak.

  1. Hubungi Halo BPOM

Apabila Anda ragu-ragu atau curiga terhadap halalnya suatu produk, khususnya yang mengandung babi, Anda bisa mengubungi halo BPOM ke 1500533. Melalui telpon tersebut, Anda bisa menanyakan apakah produk yang akan Anda beli itu masuk dalam daftar produk yang mengandung babi atau tidak.

  1. Cek ke Website Badan POM RI

Ijin edar suatu produk di pasaran termasuk mie instan biasanya harus lolos uji Badan POM RI terlebih dahulu. Apabila produk tersebut sudah lolos uji, berarti produk tersebut sudah legal diedarkan di pasaran. Badan POM RI merilis produk-produk yang memiliki ijin edar di http://cekbpom.pom.go.id/ sehingga Anda pun bisa mengecek sendiri ke web tersebut. Apabila produk yang akan Anda beli masuk dalam daftar di web Badan POM RI, berarti produk tersebut sudah mendapatkan ijin edar.

  1. Cek Label Halal MUI

Makanan yang halal biasanya mencantumkan logo halal MUI. Hal tersebut menunjukkan bahwa produk yang dipasarkan sudah lolos uji kehalalan. Perhatikan dengan cermat logo halal yang resmi dari MUI demi keamanan makanan tersebut sebelum Anda mengkonsumsinya.

  1. Logo Babi Berwarna Merah

Mie mengandung babi biasanya mencantumkan tulisan “mengandung babi” serta logo babi dengan warna merah di dalam kemasannya. Apabila mie instan tersebut memiliki kedua tanda tersebut, maka sudah dapat dipastikan bahwa mie tersebut tidak halal.

Komentar Anda
%d blogger menyukai ini: