Situasi Politik Memanas, Maldives Pun Berstatus Darurat

IDRTimes.com – Akibat situasi politik memanas, Maldives pun berstatus darurat. Presiden Maldives, Abdullah Yameen mengeluarkan pernyataan status darurat setelah sebelumnya melakukan penangkapan mantan presiden mereka. Ia juga mengirim para tentara menuju Mahkamah Agung pada hari Senin (5/2).

Bahkan diantaranya juga termasuk hakim agung Abdullah Saeed dan Ali Hameed yang ada dalam penangkapan tersebut. Status darurat diberikan akibat untuk mencegah risiko terhadap keamanan nasional di balik penangkapan tersebut.

Pekan lalu, Presiden Yameen dengan tegas menolak hasil keputusan dari Mahkamah Agung, yang secara sepihak mencabut tuduhan terorisme terhadap sembilan tokoh oposisi di negara tersebut. Di dalamnya juga termasuk presiden pertama yang dipilih secara demokratis, Mohamed Nasheed. Nasheed sendiri kini berada di pengasingan.

Pengadilan pun memberi perintah untuk membebaskan para tokoh oposisi tersebut, di mana enam di antaranya berada dalam tahanan di penjara utama negeri itu. Penjara itu sendiri terletak di sebuah pulau di luar ibukota dan tidak berpenghuni.



Warga pun banyak yang melakukan protes yang berlangsung di ibukota Maldives, Male. Bahkan sejumlah negara juga langsung mengeluarkan travel advice untuk para wisatawan yang ingin pergi ke negara tersebut. Namun, kegiatan yang berkaitan dengan pariwisata masih bisa berlangsung dengan normal.

Memang, Male sedang ramai dengan memanasnya situasi politik di negeri tersebut. Akan tetapi, beberapa pulau lain yang letaknya lebih jauh, tidak terganggu dengan situasi tersebut. Seperti yang terjadi di pulau Maafushi.

“Ini udah hari ketiga (di Maldives). Dari bandara landing, langsung ke pulau. Biasanya kalau ke Maldives bakal langsung ke resor di pulau berbeda. Jadi nggak perlu ke pusat kota dulu,” ujar seorang travel blogger, Febrian, yang sedang berlibur di pulau Maafushi, seperti dikutip detikTravel.

Baca juga: 5 Tradisi Unik Merayakan Valentine di Berbagai Negara Asia

Febrian juga menambahkan jika pulau Maafushi memang terletak cukup jauh dari ibukota. Bahkan jika ditempuh dari bandara, akan memakan waktu sekitar satu jam. Di pulau Maafushi tersebut juga terdapat banyak wisatawan yang tidak terpengaruh status darurat yang dikeluarkan oleh pemerintah Maldives.

“Kalau ditanya keadaan turis ada-ada saja, banyak dan tenang-tenang saja karena jauh dari pusat kota. Jadi nggak ada masalah sama sekali,” lanjutnya. “Nggak sama sekali. Aku tetep pergi saja, kan kita tujuannya baik. Kecuali kalau udah parah banget,” tuturnya.

Status Darurat di Maldives, Apa Kabar Dengan Resor Mewahnya?

Seperti yang disinggung sebelumnya, Maldives sedang dalam status darurat, dan ibukota sedang diwarnai aksi demonstrasi oleh warga. Meski begitu, aktivitas yang terjadi di resor-resor mewah di negeri tersebut tetap berjalan seperti biasa.

“Presiden terpaksa menyatakan status darurat karena risiko saat ini terhadap keamanan nasional. Pelaksanaan keputusan Mahkamah Agung saat ini tidak sesuai dengan pemeliharaan keamanan publik.” sebut sebuah pernyatan dari Kantor Kepresidenan Yameen.

Keamanan di Maldives pun membuat wisatawan menjadi resah. Beberapa negara juga sudah mengeluarkan travel advice, termasuk Amerika Serikat dan Inggris. Travel advice sendiri dibuat agar warga mereka lebih berhati-hati saat pergi ke Maldives.

Salah satu resor mewah di Maldives, Club Med tidak berdampak dengan status darurat yang dikeluarkan pemerintah. Club Med sendiri memiliki dua akomodasi di sana, yakni Club Med Kani Maldives dan Club Med Finolhu.

“Memang ada beberapa travel agent yang tanya ke kami soal status darurat di Maldives, karena itu kan baru-baru ini ya. Tapi sampai sekarang, aktivitas di resor Club Med di Maldives aman-aman saja dan berjalan normal,” sebut Melly Dentinarahmi, Marketing & Sales Support Executive Club Med.

Menurutnya, Male yang menjadi pusat pemerintahan memang sedang berstatus darurat. Akan tetapi, jarak antara resor Club Med dan Male bisa dibilang cukup jauh.

“Malah nanti libur Imlek kita sudah full book. Semuanya baik-baik saja karena jauh dari pusat kota,” lanjut Melly.

Komentar Anda
%d blogger menyukai ini: