Super Blue Blood Moon Akan Terlihat Malam Ini di Seluruh Indonesia

IDRTimes – Super blue blood moon akan terlihat malam ini di seluruh Indoensia. Gabungan dari tiga gerhana ini disebut-sebut sebagai gerhana bulan total yang memang langka. Gerhana bulan total langka ini sebelumnya pernah terjadi pada satu setengah abad yang lalu, pada 31 Maret 1866, yang mana sudah terjadi pada 152 tahun yang lalu.

Super blue blood moon atau gerhana bulan kemerahan akan terjadi hari ini. Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) memberi penjelasan jika peristiwa gerhana tersebut terjadi ketika bulan berada dalam jarak terdekatnya dari bumi, yang membuat ukuran bulan ini terlihat 14 persen lebih besar dan juga 30 persen lebih terang sari sebelumnya.

Super blue blood moon ini akan diawali dengan gerhana bulan sebagian, dan disusul dengan gerhana bulan total, kemudian diikuti dengan gerhana sebagaian kembali yang diakhiri dengan bulan yang sepenuhnya terlepas dari bayangan bumi.

Blue moon juga merupakan fenomena yang memang jarang ada yaitu bulan purnama yang terjadi dua kali dalam satu bulan kalender. Bahkan ada sebuah frase dalam Bahasa Inggris yang menyebutkan, ‘once in blue moon’ atau berarti ‘jarang sekali’.



Tentang Super Blue Blood Moon, Apa Beda Supermoon, Blue Moon, dan Blood Moon? Berikut Penjelasannya

Mungkin ada beberapa pertanyaan dari setiap orang yang menunggu peristiwa langka super blue blood moon pada malam ini. Berikut beberapa penjelasan tentang fenomena alam langka tersebut. Thomas Djamaluddin, Profesor Riset Astronomi-Astrofisika dari LAPAN, memberikan penjelasan tentang penamaan fenomena alam yang akan terjadi malam nanti. Penamaan tersebut disebutkan karena akan ada tiga fenomena terjadi dalam satu waktu.

Kok Namanya Rumit?

Kebanyakan orang akan sulit menyebut peristiwa langka malam nanti. Dinamakan super blue blood moon karena fenomena tersebut adalah gabungan dari tiga fenomena bulan yang menjadi satu.

Yang pertama ialah supermoon. Supermoon merupakan peristiwa dimana bulan berada pada jarak terdekatnya dengan bumi, sehingga purnama dan gerhana tampak lebih besar dari biasanya. Kemudian blue moon merupakan bulan purnama yang terjadi dua kali dalam satu bulan kalender. Terakhir adalah blood moon, dimana warna bulan akan tampak merah seperti darah yang disebabkan dari peristiwa gerhana bulan total.

Baca juga: Ada Fenomena Langka Malam Ini, Lho?!

Kapan dan Di mana Super Blue Blood Moon Bisa Diamati?

Menurut LAPAN, peristiwa gerhana bulan langka ini akan terjadi pada pukul 18:48 WIB dan hingga puncaknya pada 20:30 WIB. Gerhana pun diperkirakan akan berlangsung sekitar empat jam secara keseluruhan.

Fenomena super blue blood moon ini akan bisa diamati dari hampir dari seluruh permukaan bumi, seperti Asia (termasuk Indonesia), Samudra Pasifik, Amerika Utara, serta Siberia Timur. Namun nampaknya super blue blood moon ini tidak bisa dilihat dari sebagian besar Amerika Selatan dan juga Afrika.

Apakah Bisa Dilihat dengan Mata Telanjang?

Ya. Super blue blood moon yang akan terjadi malam nanti dipastikan dapat dilihat dengan mata telanjang atau tanpa alat apapun. Bulan purnama akan terlihat berwarna merah penuh serta ukurannya akan lebih besar dari biasanya.

Apakah Ada Efeknya?

Djamaluddin menjelaskan jika fenomena super blue blood moon ini berdampak jauh lebih kuat dari biasanya. Gravitasi bulan dan matahari diperkirakan akan mempengaruhi terjadinya pasang air laut. Ketika terjadi gerhana bulan, serta jarak bulan yang sangat dekat dengan bumi, pasang air laut akan diperkirakan mencapai titik maksimumnya.

Efeknya bisa dirasakan di sekitar daerah pantai, seperti di beberapa daerah yang terletak di pantai utara Jawa.

“Jika terjadi cuaca buruk di laut yang menimbulkan gelombang tinggi, banjir rob akan melimpah semakin jauh ke daratan,” kata Djamaluddin. Ia menambahkan, “Dampak lainnya yaitu jika terjadi banjir akibat hujan lebat di daratan, banjir akan lama surutnya karena dampak pasang maksimum.”

Presiden Jokowi Berencana Saksikan Fenomena Super Blue Blood Moon

Indonesia dipastikan akan menjadi salah satu negara yang dapat mengikuti fenomena super blue blood moon. Proses gerhana bulan ini akan terjadi dalam beberapa tahap, dimana awalnya akan terjadi gerhana bulan parsial, gerhana bulan total, dan gerhana bulan parsial akhir. Presiden Joko Widodo pun dipastikan akan ikut menyaksikan langsung fenomena tersebut. Namun, belum diketahui di lokasi mana Jokowi akan berencana menyaksikan peristiwa tersebut malam ini.

“Yang jelas nonton di langit lah, nggak mungkin nonton di tanah,” kata Jokowi “Di langit nanti, nonton di langit,” lanjutnya.

Menteri Pariwisata, Arief Yahya juga berencana kaan menyaksikan persitiwa langka malam ini. Ia pun mengajak setiap orang untuk melihat super blue blood moon tersebut.

“Kalau nggak lihat, rugi” ujar Arief. “Kalau yang saya baca, itu pernah terjadi 152 tahun lalu dan akan terjadi 192 tahun mendatang. Benar-benar istimewa, harus lihat,” terang Arief.

Arief pun berencana menyaksikan fenomena langka ini dari rooftop Gedung Sapta Pesona, Kantor Kementerian Pariwisata, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, bersama jajaran stafnya beserta awak media.

“Ini fenomena langka seperti Gerhana Matahari dulu. Harusnya dijual oleh travel agent sebagai atraksi wisata alam,” pungkas Arief.

Komentar Anda
%d blogger menyukai ini: