Kisah Buruh Tani di Garut Curi Ponsel demi Anak Belajar Online

Garut

Cerita memilukan terjadi di Garut. Seorang ayah, inisial A, terpaksa mencuri ponsel agar anaknya bisa ikut belajar secara online di tengah pandemi Corona atau COVID-19. Polisi tak melanjutkan kasus ini lantaran korban cabut laporan.

Kini dukungan terus mengalir bagi pria yang berprofesi buruh tani itu. Kisah tersebut bermula sebulan lalu. A nekat mencuri ponsel di rumah seorang warga yang tak lain adalah orang yang kerap mempekerjakannya. Menyadari ponselnya hilang, korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke polisi.

Usaha terus dilakukan korban untuk menemukan ponselnya yang dicuri A. Singkat cerita, anak korban inisial AT, berinisiatif untuk mencarinya pada Senin (3/8) malam.

Berkat bantuan seorang teman, AT berhasil menemukan jejak telepon genggam sang ayah yang dicuri. Dia kemudian melakukan penelusuran. Titik ponsel yang dilacak terhenti di sebuah gubuk reyot yang belakangan diketahui tempat tinggal A.

AT kemudian masuk ke dalam dan bertemu A serta keluarganya di sana. Dia kemudian bertanya kepada A perihal ponsel sang ayah. A langsung mengakui bahwa ponsel tersebut telah ia curi.

Saat itu, A langsung bercerita kepada AT. Ternyata, ponsel yang dia curi digunakan untuk belajar anak perempuannya yang kini duduk di bangku kelas 1 sekolah pertama.

Sudah 10 hari terakhir sang anak bolos mengikuti pelajaran yang diselenggarakan sekolah via daring. Alasannya karena tak memiliki ponsel.

Terima kasih telah membaca artikel

Kisah Buruh Tani di Garut Curi Ponsel demi Anak Belajar Online