Jebak Tikus Pakai Listrik Akan Dipidana, Begini Usul Petani Klaten

Klaten

Polda Jateng menegaskan akan memproses hukum pemasangan jebakan tikus dengan listrik karena korban terus berjatuhan. Namun, petani di Kabupaten Klaten menanggapi dingin pernyataan itu.

“Ya kalau serta merta ditahan ya tidak setuju,” ungkap Plt Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Klaten, Maryanto kepada detikcom, Senin (10/1/2022).

Maryanto mengatakan, petani menggunakan jebakan listrik karena sudah kehabisan cara untuk membasmi hama tikus. Untuk mengantisipasi maraknya jebakan tikus, dia mengusulkan agar PLN memberikan sosialisasi ke petani soal cara menggunakan listrik di sawah agar tidak berbahaya.

“PLN bisa mengadakan sosialisasi. Polri, Polda, Polres juga mengadakan sosialisasi tentang peraturan atau dampak hukum bagi petani dalam penggunaan aliran listrik di sawah,” imbuh Maryanto.

Menurut Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Klaten, Hapsoro, petani menggunakan jebakan listrik karena dinilai lebih praktis. Meskipun, penggunaan jebakan listrik juga bisa berdampak pada ekosistem.

“Ekosistem di sawah bisa putus. Jebakan listrik tidak hanya membunuh tikus, tapi juga berisiko membunuh ular, musang, serangga lain yang (menjadi) musuh tikus dan hama, bahkan bisa manusianya,” kata Hapsoro.

Hapsoro tidak setuju jika tikus dibasmi dengan jebakan listrik bertegangan tinggi. Tapi dia juga tidak sependapat jika proses hukum yang langsung dikedepankan. Sebab, petani dihadapkan pada banyak persoalan yang bisa membuat rugi, mulai soal pupuk, biaya tanam, hingga sulitnya mencari generasi penerus.

“Tidak bisa langsung proses pidana yang dikedepankan. Justru yang lebih penting adalah sosialisasi untuk memberikan pemahaman ke petani tentang cara mengatasi tikus,” sambung Hapsoro. Dia menambahkan, hama tikus bisa diatasi tanpa risiko, misalnya dengan sistem tanam serentak.

“Masalah pupuk, biaya tanam sampai sulit mencari regenerasi dan lainnya sering menjadi kekhawatiran petani, sehingga saat ada hama tikus mencari cara praktis. Masalah- masalah semacam ini yang mestinya dicarikan solusi,” tambah Hapsoro.

Diberitakan sebelumnya, jebakan tikus dengan aliran listrik di persawahan sudah merenggut 23 korban jiwa di Sragen sejak 2020. Polda Jateng menegaskan akan memproses pidana jika masih ada yang masih memasang jebakan tersebut.

“Sudah banyak korban jiwa yang meninggal akibat jebakan listrik di persawahan. Di Sragen, Kudus dan beberapa daerah lain. Terakhir seminggu lalu, Hadi Sukarno, warga Patihan Sidoharjo, Sragen meninggal karena jebakan listrik. Dia menjadi korban ke 23 kasus seperti sejak 2020 di Sragen,” kata Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes M Iqbal Alqudusy, Minggu (9/1/2022).

(dil/ahr)

Terima kasih telah membaca artikel

Jebak Tikus Pakai Listrik Akan Dipidana, Begini Usul Petani Klaten