Indonesia Siapkan Strategi COVID-19 Secara Bertahap

Berita Nasional – Indonesia sedang mempertimbangkan rencana untuk memulai kembali bisnis secara bertahap untuk ekonomi terbesar di Asia Tenggara itu mulai 1 Juni. Indonesia siapkan strategi dengan pelonggaran pembatasan yang bertujuan untuk mengekang virus Corona yang semakin menyebar.

Usulan tersebut muncul ketika para pakar medis mengkritik Indonesia karena lamban dalam menanggapi wabah tersebut. Sejauh ini, korban meninggal resmi berjumlah 991 kasus. Ini adalah yang tertinggi di Asia, di luar Cina. Namun, ada kekhawatiran yang meningkat tentang dampak ekonomi yang semakin dalam dari pembatasan. Dengan sedikitnya 2 juta orang kehilangan pekerjaan dalam enam minggu terakhir, serta peningkatan kemiskinan.

Pejabat di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian juga telah melihat rencana lima fase untuk membuka kembali beberapa kota. Ini akan berada di bawah protokol kesehatan yang ketat. Termasuk menggunakan masker dan pembatasan jarak sosial.

Indonesia Siapkan Strategi COVID-19 Secara Bertahap Mulai Awal Juni

Mal-mal perbelanjaan bisa dibuka kembali pada 8 Juni, dengan sekolah-sekolah ditetapkan untuk memulai kembali seminggu kemudian. Tetapi hanya jika kasus-kasus baru berkurang dan target pengujian terpenuhi, sesuai dengan rencana yang ditetapkan dalam dokumen. Salon kecantikan, bioskop, dan pusat olahraga mungkin diizinkan beroperasi pada 15 Juni, dengan pembukaan kembali penuh terlihat pada akhir Juli atau awal Agustus.



Raden Pardede, penasihat kementerian yang menulis dokumen itu, mengatakan dokumen belum disetujui dan tetap menjadi proposal. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia, Airlangga Hartarto, juga mengatakan apabila pemerintah sedang meninjau kemajuan dalam koordinasi erat dengan badan mitigasi bencana untuk menyiapkan protokol kesehatan untuk setiap sektor untuk dipatuhi.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini merosot ke level terlemah dalam 19 tahun terakhir pada kuartal pertama. Ini memberikan pukulan terhadap konsumsi dan investasi. Tetapi ekonomi melakukan lebih baik daripada yang lain di wilayah ini. Beberapa kota terbesar di Indonesia, termasuk ibukota Jakarta, berada di bawah pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dengan sekolah-sekolah dan banyak bisnis ditutup. Meskipun pembatasannya tidak seketat yang ada di beberapa negara tetangga.

Secara terpisah, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Pandjaitan mengatakan bahwa sebelum keluar, pengujian besar-besaran, pelacakan, dan karantina terpusat diperlukan. Dan ini tidak akan didasarkan pada tanggal yang telah ditentukan sebelumnya. Mungkin ada pembukaan secara bertahap. Dengan masing-masing wilayah diperlakukan secara berbeda sesuai dengan posisinya pada kurva pandemi. Namun strategi keluar akan ditinjau secara berkala, dan kuncian dapat diterapkan kembali jika diperlukan.