Gedung DPR Minta Yang Baru – IDRTIMES

Gedung DPR – Kabar menghebohkan kembali muncul dari panggung Senayan. Kali ini kembali muncul wacana pendirian gedung baru DPR. Sudah diajukan anggaran untuk tahun depan dengan nilai total 5,7 triliun yang sebagian untuk alokasi pembangunan gedung baru tersebut. Terang saja kritik tajam kembali bermunculan. Respons negatif kembali ditudingkan pada para wakil rakyat yang tak peka karena sering mengusulkan anggaran besar sementara hasil kinerjanya sendiri nyaris tak pernah kelihatan.


Mahfud MD

Mahfud MD Angkat Bicara

Tak hanya masyarakat yang merespons keras wacana pembangunan gedung DPR yang baru itu. Kali ini mantan ketua MK, Mahfud MD pun angkat bicara. Ia menyampaikan respons dan sindiran melalui akun pribadi Twitternya, dan mempertanyakan relevansi pembangunan gedung DPR baru.
Di akun Twitternya, ia mempertanyakan pengajuan anggaran sebesar itu. Dana yang diusulkan mencapai 5,7 triliun rupiah itu dirasa sangat tak masuk akal apalagi demi membangun sebuah gedung baru. Ia juga mengingatkan bahwa tahun 2009 silam, rakyat juga menolak usulan anggaran sebesar 1,7 triliun.



Mahfud mempertanyakan usulan tersebut. Ia sangat heran dengan keinginan DPR membangun gedung baru. Menurutnya, gedung yang sekarang digunakan masih sangat layak digunakan dan tak ada masalah. Usulan DPR mengenai pembangunan perpustakaan mewah juga tidak ia sepakati. Pasalnya, fasilitas perpustakaan DPR yang ada sekarang pun tak pernah dimanfaatkan dengan baik.

Mahfud mengkritik keras rencana pembangunan gedung baru dan perpustakan itu. Baginya, perpustakaan mewah itu tak penting. Toh sekarang sudah era digital. Tak banyak manfaatnya pula kalau membangun perpustakaan baru di gedung DPR apalagi yang berkelas mewah. Kritikan tajam dari mantan ketua MK itu tersebar melalui akun media sosialnya. Ia juga menambahkan bahwa tak ada salahnya memang untuk mengajukan anggaran ke Pemerintah. Karena DPR juga memegang hak untuk mengajukan anggaran kepada Pemerintah. Tapi Pemerintah juga memiliki hak menolak usulan dari DPR tersebut. Mahfud menjelaskan kalau dulu hak pengajuan anggaran juga bisa dibatalkan dengan dukungan rakyat.





Bangunan Gedung DPR Miring ?

Usulan pengajuan anggaran pembangunan gedung baru itu mungkin karena ada alasan. Nah, alasan yang dikemukakan oleh salah satu pimpinan di Senayan ialah karena bangunan yang sekarang sudah miring. Katanya sudah sekitar 15 tahun semenjak reformasi belum ada perbaikan menyeluruh di bangunan itu.

Alasan tersebut pun disanggah oleh Mahfud MD. Katanya, justru yang menganggap bangunan DPR miring itulah yang miring. Dari hasil penelitian PU, gedung DPR yang sekarang itu tidak miring, ujar Mahfud. Namun Mahfud yang juga menjadi Guru Besar Hukum Tata Negara menyatakan tak perlu membubarkan DPR. Bagaimanapun, kelakuan DPR yang kian memburuk di hadapan masyarakat itu masih bisa diperbaiki. Baginya, kita memang bisa merasa muak dan tak sepakat dengan DPR. Tapi adanya DPR yang buruk jauh lebih baik daripada tak ada DPR sama sekali.

Uniknya lagi, menanggap usulan warganet, Mahfud malah sepakat kalau di dekat gedung DPR yang sekarang sebaiknya dibangun kompleks pemakaman. Tujuannya supaya mengingatkan para wakil rakyat tentang kematian.


Tanggapan Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD)

MKD juga menanggap usulan pengajuan anggaran pembangunan gedung baru itu. Ada rencana memanggil BURT (Badan Urusan Rumah Tangga) DPR serta Sekretariat Jenderal demi mengkonfirmasi pengajuan anggaran tersebut. Usulan itu bisa diproses oleh MKD bukan sebagai perkara tetapi klarifikasi kepada dua pihak yang dimaksud.

Sebelumnya, dikabarkan bahwa DPR mengajukan anggaran sebesar 7,25 triliun untuk tahun depan. Bantahan disampaikan oleh ketua BURT DPR, Anton Sihombing. Katanya, DPR tidak mengusulkan anggaran sebesar itu, namun “hanya” 5,7 triliun rupiah. Pembagiannya untuk satuan kerja dewan dan kesekretariatan DPR. Ia sendiri beranggapan bahwa nilai tersebut sangat wajar. Karena cuma memotong 0,35 persen APBN.


Anggaran DPR Selalu Naik

Anggaran DPR Selalu Naik

Kenyataan bahwa gedung DPR mungkin perlu direnovasi itu mungkin ada benarnya. Tetapi untuk membangun gedung baru apalagi dengan fasilitas mewah jelas patut dipertanyakan. Pasalnya, sudah dari beberapa tahun lalu DPR terkenal rewel karena terus mengajukan anggaran untuk hal-hal yang terdengar tak masuk akal apalagi sangat kontras dengan kondisi riil perekonomian rakyat.

Berdasarkan catatan yang diambil dari Indonesia Corruption Watch (ICW), anggaran Senayan terus meningkat dalam waktu lima tahun terakhir. Catatan tersebut dilansir pada tahun 2015 lalu. Setidaknya dari tahun 2010 hingga 2015, terjadi lonjakan anggaran yang nyaris mencapai tiga kali lipat. Hal itu menunjukkan kinerja DPR yang tanpa kerja. Anggaran Negara di tahun 2010, alokasi untuk DPR sekitar 1,7 triliun. Pada tahun 2015, anggaran itu meningkat jadi sekitar 3,5 triliun.

Naiknya anggaran DPR pun tak hanya berhenti pada angka-angka tersebut. Masih ada tambahan anggaran untuk pembelanjaan sebagai hasil pembahasan. Alhasil, di tahun 2015, total anggaran yang diajukan menjadi sekitar 5 triliun lebih.

Fakta lain yang baru muncul ke media baru-baru ini adalah bahwa Kementrian PU ternyata belum pernah melakukan audit konstruksi gedung DPR sejak tahun 2009. Hal itu disampaikan sendiri oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Danis Sumadilaga. Sampai hari ini tak ada permohonan audit untuk konstruksi bangunan gedung DPR.

Tahun 2009, pernah diajukan permohonan audit bangunan gedung DPR setelah terjadinya gempa bumi di Tasikmalaya. Pihak Kementrian PU pun mengirimkan tim untuk melakukan pemeriksaan ke dalam gedung. Selama tiga hari, tim melakukan pemeriksaan. Hasilnya, memang ada beberapa kerusakan seperti keretakan dan tembok yang terkelupas. Tapi semua itu bukanlah kerusakan struktural yang berarti tidak berpotensi merusak gedung secara permanen.

Hasil laporan tim peneliti itu juga mengungkapkan kalau tak ada kemiringan gedung yang dimaksud. Tim Balitbang menyatakan bahwa kerusakan itu tak akan berpengaruh. Dan tim juga memperbaiki beberapa kerusakan seperti marmer yang terlepas. Rekomendasi dari tim adalah melakukan perbaikan dengan injeksi bahan kimia ke beberapa bagian gedung yang retak.


GEDUNG DPR MINTA YANG BARU


Proyek perbaikan itu berlangsung pada pertengahan April 2011. Pada saat proses perbaikan itu juga tak menemukan adanya kerusakan baru. Kemungkinan adanya kerusakan baru bisa terjadi sekitar delapan tahun lagi. Usulan pembangunan gedung DPR itu juga bergulir dengan sejumlah keluhan seperti lift yang rusak. Marak di media pemberitaan soal wacana pembangunan gedung DPR yang baru ditambah lagi dengan apartemen untuk para wakil rakyat.

Kehebohan usulan pembangunan gedung yang baru ini sejatinya berakar pada pengajuan jumlah dana yang nominalnya menyakiti hati rakyat. Mungkin bagi mereka atau sebagian pihak terasa kecil, apalagi dengan membandingkannya dengan APBN. Tapi tetap saja akan selalu bermasalah karena reputasi DPR selama ini yang kian memburuk. Banyaknya persoalan yang tak jelas dan kinerja mereka yang terus dipertanyakan. Barangkali juga wacana tentang pembangunan gedung DPR baru ini akan menghilang tiba-tiba dan pada waktunya lagi bakal muncul kembali.

Baca juga : Peraturan Ormas Indonesia

Komentar Anda
%d blogger menyukai ini: