Dana TGUPP DKI Naik Lebih Dari 10 Kali Lipat, Untuk Apa?

Lagi-lagi kehebohan terjadi di masa kepemimpinan Anies Sandi. Kali ini menyangkut anggaran untuk dana TGUPP DKI yang jumlahnya naik lebih dari 10 kali lipat dibandingkan sebelumnya. Sebenarnya untuk apakah dana tersebut dinaikkan? Dan apakah alasan Anies Sandi menaikkan jumlahnya sampai lebih dari 10 kali lipat?

Inilah Alasan Dana TGUPP DKI Naik

Dana TGUPP DKI naik menjadi Rp 28,99M dari yang sebelumnya pada masa kepemimpinan ahok hanya sebesar Rp 2,35M tentu menimbulkan banyak pertanyaan. Tidak hanya karena jumlahnya yang naik lebih dari 10 kali lipat namun juga karena alasan kenaikan tersebut. Menurut Anies pada pemerintahan gubernur yang terdahulu, tim gubernur dibayar oleh swasta.

Karena itulah pada pemerintahannya kali ini, Ia ingin agar seluruh tim gubernur dibayar secara langsung oleh pemerintahan DKI dengan adanya TGUPP yang diambil langsung dari APBD. Itulah mengapa anggaran dinaikan jumlahnya dengan fantastis. Bahkan Anies kembali menantang publik untuk melihat berita-berita terdahulu, untuk membuktikan tim terdahulu dibiayai oleh siapa.

Ia mengatakan bahwa kenaikan yang fantastis tersebut merupakan salah satu bentuk dari transparansi yang dicoba dilakukannya selama masa pemerintahannya tersebut. Ia juga mengatakan akan menghentikan praktik untuk pembiayaan yang tak dilakukan menggunakan APBD. Sebab jika tim yang bekerja membantu gubernur tersebut didanai oleh swasta maka akan ada konflik kepentingan tertentu.



Ia mengatakan bahwa pihaknya tidak ingin bergantung pada pihak swasta manapun seperti yang dilakukan pada masa kepemimpinan Ahok. Dengan demikian Ia akan dapat lepas dari keterlibatan swasta dalam pembiayaan stafnya yang akan membantu saat mengambil keputusan.

Baca Juga: Siap Dibully Inilah Sosok Pengacara Setya Novanto yang Baru

Tanggapan Mantan Tim Ahok atas Tuduhan Anies

Di tempat yang terpisah mantan tim Ahok menampik tuduhan yang dilayangkan oleh Anies kepada mereka. Para tim Ahok tersebut sebelumnya merupakan anak-anak magang yang dipilih langsung oleh Ahok untuk mendampinginya karena dinilai cukup kompeten dan berkinerja baik. Dengan demikian seluruh wewenang berada di pihak Ahok. Menurut tim ahok dahulu mereka tidak digaji oleh pihak swasta melainkan langsung oleh gubernur melalui dana yang diterima sebagai uang operasional gubernur.

Salah satu anggota yang berbicara adalah Rian Ernest. Menurutnya staf gubernur dahulu digaji menggunakan dana untuk operasional gubernur yaitu sebesar Rp 20jt setiap bulan dan bukannya dari pihak swasta seperti yang dituduhkan oleh Anies. Bahkan gaji yang diterimanya tersebut langsung ditransfer melalui Bank DKI agar prosesnya jauh lebih mudah.

Biaya Operasional Untuk Kegiatan Sosial dan Membantu Masyarakat

Namun ternyata uang tersebut pun tidak hanya digunakan oleh Pak Ahok saja. Tetapi sebagian dari dana tersebut juga ternyata digunakan untuk kegiatan sosial yang dilakukan pada beberapa linkungan di masyarakat Jakarta. Antara lain untuk renovasi rumah milik warga, penebusan ijazah warga yang kurang mampu, sumbangan kursi roda, renovasi rumah ibadah dan lain sebagainya.

Bahkan dana yang tersedia tersebut pun juga digunakan untuk membayar honor cleaning service serta office boy yang dahulu bekerja di kantor gubernur tersebut. Dan apabila masih ada sisa dana di anggaran, maka dana tersebut langsung dikembalikan lagi dalam kas daerah. Dan besaran dana yang digunakan oleh Ahok tersebut adalah Rp 2,35M saja.

Komentar Anda
%d blogger menyukai ini: