COVID-19 Tembus 100 Ribu, Jatim Terapkan Sanksi untuk Efek Jera Masyarakat

Surabaya

Kasus COVID-19 secara nasional tembus 100.303 kasus. Jawa Timur menjadi yang tertinggi dengan 20.812 kasus. Langkah apa yang dilakukan Pemprov Jatim untuk menangani kasus yang terus bertambah?

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengatakan untuk mengendalikan kasus, pihaknya saat ini telah menyiapkan Perda No 1 Tahun 2019 untuk menertibkan masyarakat di tengah pandemi COVID-19.

“Hari ini kita persetujuan akhir revisi Perda tentang penyelenggaraan ketentraman, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat (Trantibum). Dengan tujuan agar proses promotif, preventif penegakan protokol kesehatan bisa lebih efektif,” kata Emil kepada detikcom, Senin (27/7/2020).

Agar penegakan protokol kesehatan berjalan efektif, Emil menyebut akan ada sanksi untuk memberikan efek jera. Sanksi itu bersifat administrasi.

“Ya misal kalau tidak dihiraukan (Protokol kesehatan) akan ada sanksi yang lebih memberi efek jera. Soal sanksi, nanti akan dijelaskan potensi detailnya, sanksinya memang ada bersifat denda, administratif macam-macam pilihannya. Tapi sekarang bupati dan wali kota punya pilihan luas untuk lebih tegas dalam menerapkan sanksi,” jelasnya.

Mantan Bupati Trenggalek ini menjelaskan perda tersebut penting untuk dijadikan Perwali dan Perbup. Karena penegakan perda akan dilakukan oleh Satpol PP kabupaten/kota.

“Jadi mereka (kabupaten/kota) tidak usah bikin perda lagi. Langsung Perbup dan Perwali. Baru payung hukumnya Perda No 1 Tahun 2019 ini,” terangnya.

Emil juga menambahkan, adanya perda tersebut agar bisa membangun iklim yang serius dalam mentaati protokol kesehatan. Selain itu, Perda ini juga membuka ruang kreatif kepada masyarakat untuk meningkatkan kepatuhan dalam mengikuti protokol kesehatan COVID-19.

“Apa yang kita minta ke masyarakat tidak beda. Protokol kesehatan itu sudah jelas, itu yang diminta. Bedanya, kalau tidak diindahkan ya akan diberi sanksi yang memberi efek jera. Tapi Perda ini juga ada ruang memberi reward dan melibatkan TNI-Polri untuk menegakkan aturan Perda tersebut. Agar kita bisa membangun iklim yang serius dalam mentaati protokol kesehatan. Juga membuka ruang kreatif bagi masyarakat untuk meningkatkan kepatuhan dalam mengikuti protokol kesehatan,” pungkasnya.

(fat/fat)

Terima kasih telah membaca artikel

COVID-19 Tembus 100 Ribu, Jatim Terapkan Sanksi untuk Efek Jera Masyarakat