Cerita Menarik – Kendi Luar Angkasa Jatuh di Sumatra

Cerita Menarik kali ini berasal dari luar angkasa, Sebuah benda angkasa yang mirip kendi tiba-tiba jatuh di wilayah Sungai Batang, Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatra Barat. Kejadian itu menggegerkan warga sekitar pada Hari Selasa 18 Juli 2017 kemarin sekitar pukul setengah sepuluh pagi.

Seorang saksi mata melaporkan bahwa bunyi yang dihasilkan benda tersebut sangat keras. Spontan warga yang mendengarnya langsung ke asal bunyi benda yang jatuh dari langit itu. Benda tersebut berbobot 7,4 kilogram dengan diameter 110 cm. Menghantam jalan yang langsung berlubang dan meninggalkan bekas hitam seperti hangus terbakar. Benda tersebut sempat menancap beberapa lama dan menimbulkan hawa panas dan asap. Baru mulai mendingin sekitar satu jam berselang.

Roket Cina

Setelah ditelusuri oleh pihak berwenang setelah warga melaporkannya, benda tersebut dinyatakan sebagai bagian dari roket milik Cina. Lebih tepatnya adalah bagian dari tabung bahan bakar roket Longmach Chang-Zheng 3-A. Roket itu sendiri merupakan pelontar dari satelit Beidou M1 dan bagian yang jatuh itu terlepas karena ketinggiannya terus menurun dan akhirnya mendarat di wilayah Indonesia.



Roket yang membawa satelit kepunyaan negeri Tirai Bambu itu melesat ke angkasa. Secara mekanis, satelit membutuhkan roket pelontar yang akan melemparkannya ke luar angkasa dan beroperasi di sana. Sedangkan bagian-bagian yang mengantarkannya ke angkasa akan terlepas satu persatu. Sebagian besar ada yang terus melayang di ruang hampa udara dan menjadi bagian dari benda langit. Sisanya menyebar dan ada yang kembali ke bumi dalam kecepatan tertentu. Namun bumi tempat kita tinggal dilindungi oleh atmosfer yang menjaga benturan-benturan benda dari luar yang akan mengikisnya hingga pada saat jatuh ke daratan atau perairan dalam bobot yang lebih ringan dan cenderung tak membahayakan.





Baca juga : Sosok Menteri Susi

Terlepas dan jatuhnya bagian tabung bahan bakar itu merupakan hal yang wajar. Karena tertarik oleh gravitasi bumi dan menyebar ke seluruh daratan. Pada awalnya ukuran tabung bahan bakar ini besar namun perlahan mengikis ketika memasuki atmosfer bumi dan menjadi sampah antariksa.

Pertanyaan yang muncul adalah mengapa jatuhnya di Indonesia. Menurut pakar yang menanganinya, sampah antariksa bisa terjatuh di belahan bumi mana pun. Kebanyakan di perairan, hutan, dan pegunungan. Lintas orbitnya menunjukkan bahwa benda itu mulai memasuki atmosfer pada pukul 9 pagi. Tapi sebetulnya waktu yang dibutuhkan tak lama untuk jatuh ke permukaan bumi.

Kejadian ini jelas menarik perhatian banyak warga yang penasaran dengan bentuk benda angkasa itu. Apalagi kemunculannya baru pertama kali bagi sebagian besar masyarakat di sana. Bentuknya yang akrab dengan perabotan tradisional tempat minum itu menyebabkan orang spontan menyebutnya kendi dari langit. Walau kejadiannya sangat mengejutkan apalagi menghantam bagian permukaan jalan, tidak ada korban yang ditimbulkan oleh benda antariksa itu.

CERITA MENARIK

Jatuhnya benda-benda langit pun bukan hal yang baru dan selalu menjadi cerita menarik. Namun kejadiannya cukup bisa dihitung dengan jari dalam waktu setahun. Wajar kalau kehadiran kendi raksasa ini sangat menggemparkan warga di sana. Kejadian serupa pernah terjadi tahun lalu di Sumenep, Jawa Timur. Waktu itu yang jatuh ke wilayah tersebut adalah bagian dari bekas roket Falcon 9 kepunyaan NASA.

Selain itu, sudah cukup sering pula kita mendengar adanya benda-benda langit yang jatuh ke permukaan bumi. Pada malam hari malah lebih kentara meski tidak tahu tepatnya jatuh di mana. Dari semua cerita menarik tentang jatuhnya benda langit tersebut, yang paling melegakan adalah jatuhnya benda angkasa seperti itu selama ini tidak sampai menimbulkan korban.

Jangan ketinggalan juga tentang Informasi Properti Indonesia

Komentar Anda
%d blogger menyukai ini: