Anies Berencana Aktifkan Becak Kembali di Jakarta

IDRTimes – Gubernur DKI Jakarta terpilih, Anies Baswedan, memiliki wacana baru seputar angkutan umum di Jakarta. Anies berencana aktifkan becak kembali di Jakarta. Namun Anies memastikan jika nantinya becak akan beroperasi sebagai angkutan kampung, dan meminta publik tidak membuat imajinasi jika becak akan beroperasi di jalan protokol.

Sebelumnya, dalam Peraturan Daerah (Perda) Jakarta Nomor 8 Tahun 2007, becak memang dilarang untuk beroperasi di Jakarta, sesuai dengan Perda yang berlaku tentang Ketertiban Umum tersebut. Aturan tertulis yang sudah ada itu juga melarang tidak sekedar untuk pengoperasian becak, namun juga melarang perakitannya.

Anies pun menjelaskan saat ditemui di lapangan IRTI Monas, Jakarta Pusat, pada hari Selasa (16/1). Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tersebut lebih jauh menuturkan jika dirinya telah membahas wacana tersebut bersama dengan komunitas warga. Bahkan menurut Anies, konsep yang dibuat untuk penataan becak kembali di Jakarta juga sudah ada.

“Kita tidak pernah merencanakan becak di jalan raya. Becak ini di dalam kampung, angkutan kampung, angkutan lingkungan. Jangan berimajinasi bahwa becak akan berada di jalan-jalan utama Jakarta,” sebutnya. “Kemarin pembicaraan dengan Jaringan Rakyat Miskin Kota (JRMK). Mereka sudah ada titik-titiknya, gambarnya. Jadi, mengatur yang selama ini ada,” terang Anies.



Untuk merealisasikan pengoperasian becak, Anies juga mengatakan akan menyusun terlebih dulu untuk aturan-aturannya. Akan ada ketentuan seperti zona pengoperasian becak, hingga akan ada sanksi yang tegas jika terjadi pelanggaran ke depannya.

“Tentu, nanti saya bicara dengan Dishub (Dinas Perhubungan) untuk menata itu semua. Agar tidak kejar-kejaran sama Satpol PP kita dan tidak memberikan rasa aman pada mereka yang bekerja. Dengan begitu jumlahnya juga bisa dikontrol. Jumlahnya terkontrol. Wilayahnya terkontrol. Kenapa? Ya karena diatur,” jelas Anies.

Baca juga: Penuhi Janji, Anies Baswedan Resmikan Rumah DP 0 Pertama Hari Ini

Tentang Pengoperasian Becak Kembali di Jakarta yang Merupakan Janji Politik yang Harus Dilunasi

Kebijakan tentang wacana pengoperasian becak kembali di Jakarta sebenarnya sudah merupakan janji saat Anies melakukan kampanye di pemilihan Gubernur DKI Jakarta sebelumnya. Anies juga tidak menampik jika ada kontrak politik mengenai kebijakan tentang becak kembali di Jakarta tersebut. Anies pun menyebutkan jika dirinya akan melunasi janji dalam kontrak politik itu.

“Iya dong. Kalau saya berjanji saya harus melunasi,” katanya di Balai Agung, Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu (17/1). “Janji itu ketika dibuat sudah dengan pertimbangan. Ketika kita tanda tangan itu kita lihat mana yang bisa dikerjakan mana yang tidak. Kalau Anda lihat rancangannya, banyak sekali. Tapi ketika sampai pada yang disepakati, berbeda. Nanti kita atur. Prinsipnya kita atur,” sambung Anies.

Kebijakan ini bukan untuk mendatangkan becak kembali di Jakarta., namun lebih untuk mengatur becak yang sudah ada di Jakarta.

“Jadi ini kita atur supaya mereka punya kejelasan, dan dengan begitu harapannya Jakarta terasa sebagai tempat untuk semua. Bukan untuk sebagian orang saja, dan kalau kita lihat kebutuhan warga di tempat tersebut banyak sekali yg menggunakan becak,” papar Anies. “Saya garis bawahi pengaturan ini adalah pengaturan untuk membuat Jakarta lebih baik,” paparnya.

Tercatat dalam Serikat Bajaj Jakarta (Sebaja), becak yang ada saat ini berjumlah sekitar 1.000 becak, yang tersebar di Jakarta Utara yakni Tanah Pasir, Jelambar, Pejagalan, Muara Baru, Pademangan, Koja, Semper, Cilincing, Kali Baru, Tanjung Priok.

Sandi: Kita Punya Ada Beberapa Kontrak Politik dan Kita Tabulasi

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, juga tidak membantah tentang kebijakan yang ada di dalam kontrak politik tersebut. Menurut Sandi, hal itu akan ditunaikan semua.

“Kita punya ada beberapa kontrak politik dan kita tabulasi. Kita akan tunaikan semuanya, tidak memilah-milah mana kontrak politik,” katanya saat di gedung Blok G, Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu (17/1). “Dan untuk becak itu ternyata ada kontrak politik dari pemerintah sebelumnya juga yang harus kita tunaikan. Jadi buat kita, buat dalam satu kontinuitas satu kesinambungan,” terang dia.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, sempat melontarkan wacana pengoperasian becak kembali di Jakarta saat dirinya meluncurkan program Community Action Plan (CAP) di Waduk Pluit, Jakarta Utara, Minggu (14/1). Setelahnya, beredar lembaran kontrak politik Anies-Sandi dengan komunitas Forum Komunikasi Tanah Merah Bersatu, Kelurahan Rawa Badak, Koja, Jakarta Utara. Dalam kontrak tersebut, ada 3 (tiga) poin penting, termasuk soal janji perlindungan dan pengelolaan becak.

Tentang hal ini, Anies juga sering diingatkan oleh warga yang bertanya soal kepastian mewujudkan janji dalam kontrak politik untuk becak kembali di Jakarta.

“Saya tuh sering sekali kalau datang ke kampung-kampung, pada nanya, ‘Pak Anies, Bapak blenjani (ingkar) nggak nanti’? Sering itu. Saya itu, ketika disodorkan kontrak politik, saya bilang, ‘Ini kan kontak politik yang dulu,'” kata Anies.

Para Tukang Becak Kini Menanti Realisasi Kebijakan Gubernur DKI

Sejumlah tukang becak di wilayah Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, menyambut gembira tentang kebijakan yang akan diresmikan oleh Gubernur Jakarta, Anies Baswedan, tentang pengoperasian kembali becak sebagai salah satu alat trasnportasi di Jakarta.

“Ya bukan senang lagi, jadi lega,” ujar Danar (57), tukang becak yang masih beroperasi hingga kini.

Di era Gubernur sebelumnya, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Danar sering kucing-kucingan dengan Satpol PP yang berusaha menertibkan. Becaknya bahkan juga pernah disita petugas.

“Dulu dua kali saya pernah diangkut. Jadi ya sekarang bukan senang lagi, saya lega jadi leluasa (untuk) narik becak. Waktu zaman gubernur sebelumnya (Ahok), kan saya sering kucing-kucingan gitu,” ujarnya.

Pria yang mengontrak di wilayah Tanah Merdeka tersebut terpaksa menjadi tukang becak karena tidak memiliki keterampilan lain. Danar pun sejauh ini sudah menarik becak selama 6 tahun untuk menghidupi istri dan tiga anaknya.

“Penghasilan nggak tentu, kadang 50 ribu Rupiah kalau lagi rame. Sekarang saja baru dapat 15 ribu Rupiah nih dari pagi,” ucapnya.

Wacana tersebut juga mendapat respon positif dari para tukang becak lainnya, yang berpendapat senada dengan Danar. Harapannya agar Gubernur Jakarta cepat merealisasikan konsep penataan yang dijanjikan.

“Alhamdulillah bagus, senang. Lega deh. Kalau dari dulu kan dari Satpol PP-nya yang nguber-uber. Saya kalo ketangkep belum pernah, tapi diuber-uber sering,” sebut Ahmad Mudian (40), yang sudah 10 tahun lebih jadi tukang becak di wilayah Kalibaru Utara.

“Harapan saya biar becak jangan diangkutin, jangan datengin dari luar, nggak usah. Dari Jakarta aja. Kalau bisa ya dibikinin becak motor gitu, nggak apa-apa kredit-kredit gitu,” sambungnya menyumbang saran untuk Anies.

“Kalau ada becak kan mendingan, nggak mungkin mobil masuk ke dalem-dalem gang,” Khodir (56) menambahkan. Khodir sendiri terkadang hanya mampu mendapatkan rata-rata 50 ribu Rupiah per hari dari menarik becak ini. “Bolehin becaklah di mana pun, namanya kita juga kan cari uang,”

Mereka juga berharap nantinya bisa tenang menarik becak ke depannya tanpa harus takut dikejar-kejar Satpol PP lagi.

Komentar Anda
%d blogger menyukai ini: