Absen Panggilan KPK di Kasus Nurhadi, 3 Hakim Agung Minta Dijadwal Ulang

Jakarta

KPK mengatakan tiga hakim agung yang dipanggil di kasus suap-gratifikasi Rp 46 miliar yang menjerat eks Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi tidak memenuhi panggilan penyidik. Ketiga hakim agung itu meminta untuk dilakukan penjadwalan ulang.

“Ketiganya minta untuk penjadwalan ulang,” kata Plt Jubir KPK, Ali Fikri, kepada wartawan, Selasa (4/8/2020).

Namun Ali belum menjelaskan kapan ketiga hakim agung itu bakal dipanggil ulang. Ketiga hakim agung itu ialah Panji Widagdo, Sudrajad Dimyati, dan Syamsul Maarif. Ketiganya merupakan hakim agung spesialis perkara perdata.

Panji Widagdo dan Sudrajad Dimyati diketahui merupakan majelis hakim dalam sidang peninjauan kembali (PK) perkara perdata antara PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT) melawan PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN). Perkara perdata antara PT MIT dan PT KBN itulah yang diduga awal kasus dugaan suap-gratifikasi Rp 46 miliar

Sementara Syamsul, sehari-hari merupakan hakim agung kamar (chamber) perdata dan spesialis mengadili kasus-kasus perdata. Syamsul juga membenarkan jika dirinya dipanggil KPK hari ini namun tak bisa datang.

“Maaf saya belum bisa hadir dan sudah minta untuk dijadwal ulang,” ujar Syamsul kepada detikcom.

Terima kasih telah membaca artikel

Absen Panggilan KPK di Kasus Nurhadi, 3 Hakim Agung Minta Dijadwal Ulang